Ada Apa Dengan Dana KONI Tanjungpinang Tidak Pernah Meningkat ?

oleh -213 views

KEPRI (KP),-Sejak tahun 2014 hingga tahun 2020 anggaran untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tanjungpinang tidak bisa dinaikan oleh pengurus KONI dengan alasan keterbatasan APBD tiap tahun yang dialami oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Kondisi ini pula yang membuat banyaknya cabang olahraga mengalami kelumpuhan kegiatan. Terlepas dari itu, ada beberapa cabang olahraga yang berjalan meski menggunakan dana pribadi sang ketua cabang olahraga.

“Tetap karena hobby di bidang olahraga. Walaupun rugi tetap di jalankan sesuai kemampuan pribadi,” ungkap salah seorang mantan ketua cabang olahraga yang enggan namanya di sebutkan kepada media ini, Rabu 28 Oktober 2020 yang lalu.

Hal tersebut lanjutnya, ditambah pada tahun 2020 ini anggaran KONI hanya di patok oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang berkisar Rp1 milyar, karena kondisi pandemi Covid-19, sehingga anggaran difokuskan terhadap penanganan dan penanggulangan Covid-19.

“Dana tersebut akan dibagikan untuk pembinaan atlet yang ada pada cabor masing-masing. Belum lagi KONI harus membayar utang piutang termasuk juga melakukan perawatan dan pemeliharaan sekretariat yang sudah rusak semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koni Tanjungpinang, Adnan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatAap Selasa, 03 November 2020 membenarkan akan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa dana tersebut juga akan digunakan guna membeli dan memperbaiki barang yang telah rusak. “Dana tersebut juga akan digunakan untuk membeli dan memperbaiki barang yang telah rusak,” katanya.

Dengan kondisi tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya, sejak tahun 2014 hingga sekarang persentase dana KONI hanya bisa di angka Rp1 milyar lebih. Jika dilihat dengan 29 cabang olahraga yang terdaftar di KONI terkesan anggaran tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan kesemua cabang olahraga itu, sehingga pembinaan atlet hanya dapat dilakukan sesuai kemampuan anggaran tersebut. (KP/Aman).





Memuat...