Melayani Dengan Rase, Puskesmas Tarempa Butuh Tenaga Rekam Medis

oleh -312 views
Januardi, Kepala Puskesmas Tarempa

ANAMBAS (KP) – Sebagai pelayan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Siantan, Kepala Puskesmas Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Januardi berharap agar pihaknya dapat terus beraktifitas dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Meningkatkan pelayanan dengan sebaik-baik mungkin kepada masyarakat tersebut akan terus diupayakan sesuai dengan kemampuan yang ada.

“Walaupun ukurannya bukan kepuasan, karena memang kami bukan alat untuk memuaskan, tapi kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” sebutnya kepada koranperbatasan.com, Rabu, 10 Maret 2021 diruang dinasnya.

Menurut lelaki yang mengaku sudah memasuki 22 tahun mengabdi sebagai pemberi pelayanan kesehatan di Tarempa meski fasilitas kesehatan belum seberapa memadai namun pihaknya tetap berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Sebagai tenaga kesehatan sebelum jadi kabupaten saya sudah mulai bekerja, dari tahun 1999 berarti hampir 22 tahun saya sudah bertugas di Puskesmas Tarempa. Sebelumnya sempat juga pindah-pindah, saya pernah sebagai Kepala UGD, pernah di Postu Telaga, Postu Tiangau, dan Siantan Selatan,” ujarnya.

Untuk fasilitas kesehatan, lanjut Januardi jika dikatakan tidak memadai itu pasti, tetapi bagaimana meminimalisirnya.

“Namanya juga sarana dan prasarana itu untuk melengkapinya belum sempurna, tetapi saya yakin pemerintah tetap berusaha memenuhinya. Kalau setandar kesehatan kami Alhamdulillah sudah hampir terpenuhi. Memang masih ada kurang sana, kurang sini,  tapi kita berusaha menyikapi,” terangnya.



Sejalan dengan kesiapan itu, Januardi menerangkan jika merujuk pada Kemenkes Puskesmas Tarempa diakuinya belum memiliki rekam medis, catatan penyakit pasien. Saat ini, Puskesmas Tarempa memberdayakan tenaga lulusan SMA dan D3 bidang kesehatan.

“Kalau untuk tenaga non medis itu sekitar 72 termasuk Postu. Jadi memang ada sekitar 10 jenis penyakit yang tidak menentu tingkatannya. Setiap bulan itu nomor urutnya terus berubah, tiba-tiba ISPA, nanti diare, terus hipertensi,” jelasnya.

Misalnya kata Januardi, pada bulan ini penyakit terbanyak diketahui ISPA pada bulan berikutnya bisa saja berubah menjadi jumlah penderita diare jauh lebih tinggi.

“Jadi kendala kita dilapangan itu soal pemahaman saja. Bagaimana kita memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyakitnya dan mengajaknya untuk mengikuti aturan-aturan yang sipatnya untuk pasien itu sendiri,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri, Januardi memastikan usulan yang menjadi harapan Puskesmas Tarempa adalah tersedianya tenaga rekam medis.

“Masaalah teknis sama pelaksanaan itu memang ada, cuma masih bisa diatasi pelan-pelan. Jadi usulan untuk saat ini mungkin kami butuh tenaga rekam medis. (KP).



Laporan : Azmi Aneka Putra