Genjot PAD Bidang Perhubungan Darat Dishub Anambas Minta Pasar Loka Dibangun

oleh -346 views
Nurullah, S.ST, Kepala Bidang Hubungan Darat, Dishub Anambas

ANAMBAS (KP) – Kepala Bidang Hubungan Darat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupetan Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Nurullah, S.ST mengatakan sudah ada beberapa sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh dari retribusi perhubungan darat.

Melalui bidangnya, Dishub Anambas sejauh ini telah menerapkan retribusi parkir yang sedang berjalan di pasar-pasar, kemudian ada retribusi parkir diberlakukan bagi setiap kapal.

“Memang seperti roro penyeberangan Air Asuk ke Kampung Baru memang bunyinya laut, tetapi secara tupoksi masih dibidang darat. Jadi dua retribusi itu yang masih bisa kita tarik sekarang ini untuk bidang perhubungan darat,” sebut Nurullah kepada koranperbatasan.com Senin, 01 Februari 2021 diruang dinasnya.

Kata Nurullah, penarikan retribusi khusus parkir motor  di pasar-pasar  dilakukan oleh petugas parkir. Pihaknya hadir sebatas mengatur ketertiban keluar masuk kendaraan dengan system karcis.

“Kalau besar secara detailnya memang kita tidak merekap, bukan bagian kita, jadi memang ada salah satu seksi dan kasi yang membidangi angkutan. Jadi mereka yang merekap itu, karena kita disini ada bendahara penerimaan,” ujarnya.

Menurut Nurullah, penarikan retribusi pakir, dilakukan setiap hari oleh juru parkir, selanjutnya menyetorkan hasilnya kepada bendahara penerimaan untuk dimasukan ke Kas Daerah (Kasda).

“Jadi berapa jumlah rupiahnya saya tidak monitor, karena ada kasi yang memonitor itu, untuk diserahkan ke Kas Daerah dan tidak boleh ditunda-tunda, paling lambat tiga hari harus sudah disetorkan ke Kas Daerah,” terangnya.



Retribusi lain yang dikelola oleh Dishub lanjut Nurullah untuk saat ini hanya baru ada di bidang darat, karena perizinan darat sekarang terfokus pada PTSP.

“Jadi hanya terfokus ke parkir dan penyeberangan kapal laut, kalau yang lain belum ada karena kita dari segi SDM maupun sarplas belum ada yang memenuhi. Misalnya kita ada rencana dinas perhubungan itu mau meretribusikan dari uji kir,” terangnya.

Terkait kesiapan itu, Nurullah memastikan pihaknya sudah mengusulkan agar segera diberikan semacam pelatihan penambahan wawasan. “Sudah berkali kali kita minta diklat, tapi sampai sekarang belum ada SDM berkualitas untuk mentribusikan uji kir kendaraan dan alatnya juga belum ada,” pungkasnya.

Nurullah menerangkan sejauh ini kegiatan penarikan retribusi berjalan dengan baik, meskipun pada waktu tertentu sempat terbentur.

“Sejauh ini yang dikeluhkan oleh juru-juru parkir itu sudah tidak ada lagi, beda dengan halnya pada saat awal tahun. Kalau awal tahun kita terkait dengan sosialisasi parkir ini memang sempat heboh juga,” jelasnya.

Bicara target, kata Nurullah memang sempat dipertanyakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) setempat, karena dianggap kecil tidak memenuhi target.

“Kemarin sempat dirilis sama rekan-rekan di dewan terkait target. Waktu itu mereka tanya kenapa retribusi sedikit dan menurun tidak sesuai dengan yang kita targetkan.  Jawabnya waktu itu pasar ikan sedang dibangun, jadi tidak ada yang parkir, karena tempat parkir terbesar hanya ada di Pasar Impres,” tuturnya.

Dijelaskan Nurullah, terkait retribusi, saat ini alhamdulillah sudah tidak ada masaalah lagi, karena masyarakat banyak yang sudah mengerti akan retribusi parkir, kecuali pada awal melakukan sosialisasi.

“Kondisi Tarempa saat ini jika kita lihat memang semeraut dengan kendaraan, sedangkan tupoksi pembangunan tempat parkir sudah beralih kepada setiap OPD yang membangun infrastruktur. Misalnya Disperindag bangun pasar Disprindag juga yang membangun tempat parkirnya. Kemudian dinas pendidikan bangun sekolah, dinas pendidikan sendiri bangun tempat parkir,” ungkapnya.

Hal itu, kata Nurullah sesuai dengan Permendagri Nomor 90 tahun 2019 kewenangan membangun tempat parkir tidak melekat lagi pada Dishub. Kecuali membangun pelabuhan sekalian tempat parkirnya sendiri.

“Tapi kalau bangun pasar melekat pada OPD bersangkutan. Harapan kami Pasar Loka itu segera dibangun, karena saya lihat sesuai dengan DED yang pernah saya koordinasikan bersama Diprindag lantai bawah dari tiga loka, akan dikembangkan khusus tempat parkir,” tutupnya. (KP).



Laporan : Azmi Aneka Putra