Selama Beroperasi di Anambas, Pegadaian Akui Tidak Ada Kendala Terjadi

oleh -462 views
Mego Ramadhian, Pimpinan Kantor Pegadaian Unit Pelayanan Cabang Anambas

ANAMBAS – Mego Ramadhian, Pimpinan Kantor Pegadaian Unit Pelayanan Cabang (UPC) Kabupaten Kepulauan Anambas (Kabupaten Anambas) menjelaskan tujuan utama dibukanya Pegadaian adalah untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pinjaman penambahan modal usaha.

Selain itu, dibukanya tempat mengatasi masaalah tanpa masaalah itu, juga untuk mengurangi kejaran rentenir, dan kebutuhan lainnya seperti biaya pengobatan yang bersifat mendesak.

Lelaki yang mengaku masih baru mengabdikan dirinya di daerah perbatasan sejak dibukanya Kantor Unit Pegadaian Anambas pada tahun 2015 lalu tersebut memastikan sasaran utamanya adalah membantu kesulitan masyarakat menengah kebawah.

“Kebetulan saya masih baru juga pak, jadi ini UPC (Unit Pelayanan Cabang) Anambas berdiri tahun 2015, kalau pinjaman kita tujuannya untuk masyarakat menengah kebawah,” terang Mego Ramadhian menjawab koranperbatasan.com vie seluler, Jum’at 02 Juli 2021.

Kantor Pegadaian Unit Pelayanan Cabang (UPC) Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, di Tarempa

Sejauh ini, Mego Ramadhian memastikan tidak ada masaalah maupun kendala yang dihadapi oleh pihaknya dari segi operasional termasuk hubungan dengan masyarakat setempat.

“Insya Allah tidak ada, pemerintah juga mensuport, kalau pegadaian itu sebatas  barang bergerak seperti emas, perhiasan logam mulia, emas batangan, kemudian ada juga barang-barang elektronik, seperti handphone dan laptop,” ujarnya.

Menurut Mego Ramadhian, nominal yang diberikan kepada para nasabah jika menggadaikan barang elektronik seperti handphone akan disesuaikan dengan tipe handphone tersebut. Handphone dan laptop yang bisa diterima adalah yang masuk dalam tabel jenis barang jaminan.



“Tetapi jenis barang yang diterima itu 98% adalah emas, jadi kami ada faktor taksiran sendiri, kami juga ada harga standar nasional berlaku sama di seluruh Indonesia, bapak gadai dimanapun harganya tetap sama dan pegadaian ini merupakan badan usaha milik negara,” pungkasnya.

Pegadaian lanjut Migo bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan bersinergi dibawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Semuanya bersinergi, kalau di Anambas permodalannya dari BRI, dan tidak ada pemberian pinjaman tanpa jaminan,” tegasnya.

Migo berharap semoga kehadiran pegadaian semakin diterima dikalangan masyarakat Anambas. (KP).



 Laporan : Azmi Aneka Putra