Rescuer KPP Natuna Perkenalkan Salah Satu Jenis Alat Evakuasi di Bawah Air

oleh -183 views
Dian Purwito, Rescuer KPP Basarnas Natuna, dan salah satu peralatan untuk evakuasi di bawah air.

ANAMBAS – Dian Purwito, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Natuna, di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi SAR Daerah (Rakorsarda) dan Latihan SAR Daerah (Latsarda) sempat memperlihatkan beberapa peralatan yang dimiliki KPP Natuna.

Salah satunya scuba, alat untuk evakuasi penyelamatan di bawah air dengan teknik penyelaman. Alat ini membantu bernafas di bawah permukaan air. Alat-alat Scuba (Self Contained Underwater Breathing Apparatus) ini diciptakan agar manusia dapat lebih lama dan lebih dalam berada di bawah permukaan air.

“Kalau ini alat untuk evakuasi penyelamatan di bawah air, namanya scuba kalau orang kampung bilang alat selam, dilengkapi dengan rompi dan tabungnya juga,” terang Dian kepada wartawan koranperbatasan.com, Selasa, 27 Juli 2021 di Tarempa, Anambas.

Kata Dian, pemakaian alat tersebut akan lebih sempurna jika mereka sudah mengikuti pelatihan bersama orang-rang yang berpengalaman.

“Makanya disini kita harus ada pelatihan, tidak sembarang orang diperbolehkan menggunakan alat ini. Paling tidak kita harus mengetahui jenis-jenis alatnya atau cara penggunaannya,” ungkap Dian.

Scuba, salah satu alat untuk evakuasi penyelamatan di bawah air dengan teknik penyelaman milik KPP Basarnas Natuna, di Anambas.

Lama pemakaian alat juga tergantung sejauh mana keahlian yang dimiliki oleh masing-masing penggunanya.

“Kalau sudah ahli bisa 1-2 menit, pasti si penggunanya bisa balik lagi. Familiarnya penggunaan alat ini tergantung kecepatan. Tabung selam ini juga tergantung pemakaiannya masing-masing,” jelas Dian.



Menurutnya kemampuan bertahan seseorang yang menggunakan alat tersebut juga berbeda. Setiap orang akan melalui proses tidak serupa, misalnya mampu bertahan dalam satu jam.

“Tidak semuanya satu jam, pasti ada beda, karena pernafasan manusia itu berbeda-beda. Alat scuba ini untuk di ruang sempit, seperti lorong sumur yang ada gas beracunnya beda lagi, tabungnya lebih kecil, tapi isinya sama. Bentuk tabungnya berpariasi tergantung merek dan produksinya,” papar Dian. (KP).


Laporan : Azmi Aneka Putra