Bagikan Sertifikat, Joko Widodo : Natuna Adalah Tanah Air Indonesia

oleh -277 views
Presiden-Republik-Indonesia-Ir-Joko-Widodo-usai-membagikan-sertifikat-kepada-masyarakat-di-Kantor-Bupati-Natuna-Provinsi-Kepri

NATUNA (KP),- Bupati Kabupaten Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si dan Gubernur Provinsi Kepri, H. Isdioanto, Rabu 08 Januari 2020 siang mendampingi Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat Natuna.

Sertifikat tanah tersebut dibagikan kepada masyarakat secara terbuka dihadapan Wakil Bupati Natuna, Sekda Natuna, Ketua dan Anggota DPRD Natuna, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Alim Ulama, LSM, Ormas dan OKP serta para penerima sertifikat di Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai.

Penyerahan sertifikat tanah ini, merupakan agenda kedua dalam kunjungan Joko Widodo di Natuna saat itu. Sebelumnya Joko Widodo bersama rombongan dari Bandara Lanud Raden Sadjad Ranai terlebih dahulu melakukan peninjuan di Pelabuhan SKPT Selat Lampa dan bertatap muka dengan nelayan Natuna.

“Ada 41 ribu bidang tanah yang seharusnya sudah diberikan sertifikat. Sampai saat ini baru 26 ribu bidang tanah yang sudah diberikan. Artinya masih ada 14-15 ribu sertifikat yang harus diberikan kepada masyarakat. Bapak dan ibu merupakan warga yang beruntung, karena telah memegang sertifikat tanah. Ini merupakan hak bukti hukum atas tanah yang kita miliki,” sebut Joko Widodo.

Dikatakan Joko Widodo kenapa dirinya ingin menyerahkan langsung sertifikat tanah kepada masyarakat Natuna, supaya kita tau semuanya bahwa Natuna adalah tanah air Indonesia. Natuna adalah bagian dari NKRI.



“Ini adalah sebagai bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Secara defacto, dan dejure, Natuna adalah Indonesia, 81 ribu penduduk yang ada di Kabupaten Natuna adalah warga negara Indonesia,” tegasnya.

Simbol pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat Natuna, menurut Joko Widodo menunjukkan bahwa hak atas tanah sudah dipegang oleh masyarakat Natuna secara sah.

“Saya titip pesan, kalau sudah pegang sertifikat tanah, tolong dimasukkan dalam plastik. Jika nanti genteng bocor sertifikat tidak rusak. Kemudian jangan lupa di foto copy agar punya dukumen cadangan. Sertifikat ini juga bisa digunakan untuk jaminan ke bank. Tetapi harus hati-hati, jangan sampai pinjam uangnya dipakai untuk beli mobil atau kendaraan. Kalau untuk itu, saya sampaikan lebih baik tidak usah,” katanya berpesan.

Saat itu, Presiden Joko Widodo juga sempat menyinggung terkait penegakan hukum dilaut Natuna, terutama batas ZEE. Katanya akan dilakukan penegakan hukum jika terjadi pelanggaran kedaulatan.

“Natuna ada bupati, ada gubernur dan kita juga memilik TNI AL, Bakamla, PSDKP dan Polair yang bisa menegakkan hukum terhadapa pelanggaran laut, yang dilakukan oleh kapal-kapal asing masuk kedalam wilayah ZEE kita melakukan pencurian ikan,” pungkasnya.

Usai penyerahan sertifikat tanah, Presiden Joko Widodo bersama rombongan kemudian bertolak ke Bandara Lanud Raden Sadjad Ranai dan kembali ke Jakarta menggunakan pesawat kepresidenan. (KP).


Laporan : Amran



Memuat...