Bangunan Lama RSUD Hadji Boejasin Difungsikan Untuk Penanganan Covid-19

oleh -239 views
Wabup-Tala-Abdi-Rahman-saat-melakukan-pengecekan-di-bekas-RSUD-H.-Boejasin

PELAIHARI (KP),- Guna mengantisipasi naiknya jumlah Orang Dalam Pengawasan  (ODP) yang positif terinfeksi virus corona melalui rapid test, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan gejala ringan dan PDP dengan gejala berat yang perlu dikarantina dan diisolir di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tala akan memfungsikan bangunan lama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin  Pelaihari yang terletak di Jalan H. Boejasin, Kecamatan Pelaihari sebagai lokasi karantina dan isolasi.

Wabup Tala Abdi Rahman telah melakukan pengecekan langsung kebangunan lama RSUD H. Boejasin pada Minggu (12/3). Saat itu, Wabup Tala, Abdi Rahman mengungkapkan bahwa penambahan ruang karantina untuk ODP positif virus corona dari hasil rapid test  dan PDP  tersebut, bukan karena adanya penambahan ODP dan PDP melainkan salah satu langkah antisipasi dari Gugus Tugas Covid-19 Tala untuk menangani jika ada peningkatan jumlah ODP dan PDP yang ada di Tala. Abdi pun ingin masyarakat tidak cemas dan panik dengan adanya penambahan tampat karantina dan isolasi tersebut.

“Belum lama lagi akan datang alat rapid test sebanyak 200 buah, tentu nanti akan terdeteksi siapa saja ODP yang positif Covid-19 melalu rapid test, maka dari itu kita siapkan ruang karantinanya, sekaligus ruang isolasi untuk para PDP” jelasnya.

Abdi pun mengatakan bahwa timnya sudah bergerak untuk menyiapkan ruangan karantina dan isolasi di bangunan lama RSUD H. Boejasin tersebut, Ia menambahkan bahwa untuk ruang karantina bagi ODP  yang positif terinfeksi virus corona melalui rapid test disediakan sebanyak 68 ruangan, sedangkan untuk PDP dengan gejala ringan ada 24 sampai dengan 30 ruangan isolasi dan PDPD dengan gejala berat  dengan total 23 ruangan.

“Untuk PDP dengan gejala berat ada yang diisolasi di bangunan baru dan bangunan lama RSUD H. Boejasin,totalnya ada 23 ruangan. Mereka ini tidak bisa digabung nantinya karena ditakutkan yang benar-benar positif bisa menularkan kepada yang belum tentu positif. Karena hasil rapid test ini keakuratannya hanya sekitar 30 persen, untuk mengetahui benar-benar positif atau tidak nya dengan pemeriksaan SWAB” ujar Wabup Tala.

Lebih lanjut Abdi Rahman menerangkan bahwa bangunan lama RSUD H. Boejasin dinilai sangat layak karena bangunan tersebut aset milik Pemkab Tala dan masih layak digunakan serta jauh dari pemukiman penduduk, “Nanti akan diberikan pengamanan, di Ring dua ada posko pengamanan ada Polisi, TNI serta Satpol PP dan Damkar, orang tidak berkepentingan tidak akan diizinkan masuk. Nanti di Ring satu ada petugas kesehatan kita untuk menangani para ODP dan PDP” tutur Abdi.

Pada kunjungan kebangunan lama RSUD H. Boejasin tersebut Wabup Tala didampingi oleh  Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Setda Tala Akhmad Khairin dan para Kepala SKPD terkait. (KP).




Laporan : Adam Subayu


 


Memuat...