Bawaslu Natuna Siapkan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih

oleh -385 views
Hj.-Lindawati-SH

NATUNA (KP),- Koordinator Devisi SDM Organisasi Data Informasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Hj. Lindawati, SH, mewakili Ketua Bawaslu Natuna, Khairurrijal, S.IP, menyebutkan  sejak tanggal 24 Juni sampai dengan 14 Juli 2020 Bawaslu sedang focus pada pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Karena kehadiran PPDP sangat penting, guna mendata daftar pemilih di lapangan untuk keberlangsungan gawai Pemilukada 2020 ini. “Nanti pencocokan dan penelitian itu, tanggal 15 Juli. Kalau pendaftaran pemantauan Pemilu di Natuna belum ada yang daftar. Karena itu, mulainya dari tanggal 1 September sampai dengan 2 Desember 2020,” kata Lindawati kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Senin 06 Juli 2020.

Kemudian kata Lindawati, untuk pendaftaran lembaga pelaksana survei dan pendapat serta penghitungan cepat juga belum ada. Sedangkan untuk pendaftaran pasangan calon (Paslon) dimulai tanggal 4-6 September. “Nah, yang tanggal 6 Juni itu, maksudnya mulai tahapan kembali tentang pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih atau disebut PPDP. Jadi bukan masa pencalonan. Karena masa pendaftaran pasangan calon itu, tanggal 4-6 Desember,” jelasnya.

Menurut Lindawati, setelah terbentuk PPDP, Bawaslu kemudian akan melakukan pencocokan dan penilitian data pemilih. “Nanti, dari hasil yang dilakukan oleh PPDP baru kita melaksanakan pencocokan penelitian terhadap hasil pemutakhiran data tersebut. Kita mulai dari 15 Juli sampai 13 Agustus,” tuturnya.

Selanjutnya Bawaslu akan masuk ketahapan pengawasan pengadaan logistik. “Untuk tahapan ini berlangsung dari tanggal 7 Agustus sampai 20 November. Jadi tugas kami mengawasi tahapan ini. Tahapan yang dilaksanakan oleh KPU. Kami berharap Pilkada tahun ini sukses,” pungkasnya.

Sebelum mengakhiri, Lindawati berharap masyarakat memiliki kesadaran tinggi menggunakan hak suaranya dengan baik untuk menentukan nasib daerah, meski berada dalam badai Covid-19.

“Mudah-mudahan situasi dan kondisi Covied-19 ini masyarakat bersama-sama mengawali pesta demokrasi dengan kesadarannya yang tinggi. Bahwasanya ini adalah pesta pemilihan kepala daerah kita. Jadi kita yang memilih, dari kita untuk kita. Mudah-mudahan pasangan yang terpilih nanti betul-betul memperhatikan dan memberikan apa yang diharapkan masyarakat Natuna. Jangan sampai ada golput,” tutupnya. (KP).




Laporan : Sandi / Hamzah


 


Memuat...