Berharap Covid-19 Cepat Berlalu, Nazri : “Karena Memang Capeknya Luar Biasa”

oleh -336 views
Kepala-Puskesmas-Ranai-Kabupaten-Natuna-Nazri-S.Kep-Ners

NATUNA (KP),- Kepala Puskesmas Ranai, Kabupaten Natuna, Nazri, S.Kep, Ners mengakui selama masa pandemi Covid-19 ada banyak perubahan kegiatan dinas yang harus mereka jalankan. Karena, dunia kesehatan berada di garda terdepan dalam di masa pandemi.

Covid-19 kata Nazri bukan lagi isu nasionoal tetapi sudah menjadi persoalan dunia dan mereka adalah tulang punggung sebagai penyandang ilmu kedokteran. “Terkait pandemi ini menjadi masalah nasional, bahkan internasional dan tulang punggung memang kesehatan. Jadi kegiatannya pun banyak perubahan dari yang sebelum masa pandemi dan tengah pandemic,” kata Nazri kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Rabu 08 Juli 2020.

Saat ini, pelayanan di Puskesmas Ranai kata Nazri, dibagi menjadi dua. Ada pelayanan dalam gedung dan pelayanan di luar gedung. “Pelayanan dalam gedung itu, dari pasien datang sampai pulang. Sekarang protap Covid-19 yang kita pakai seperti menggunkan masker. Jadi di depan itu, sebelum masuk tidak boleh sembarangan. Ada tim screening memastikan kondisi badannya normal, suhunya normal. Baru boleh masuk menggunakan masker dan mencuci tangan,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Nazri, jika ada pasien batuk, flu atau berkenaan dengan pernafasan langsung ditangani tanpa antri. “Meraka langsung di periksa. Kalau yang sakit-sakit biasa tetap dengan aturan. Sesuai dengan prosedur seperti biasa. Walaupun kita masih kawasan hijau, namun tetap antisipasi,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya tidak semena-mena dalam menentukan penyakit yang diderita pasien. “Pokoknya gejala itu kita tangani. Jadi kita mengarah ke sana, cuma bukan berarti orang itu terkena Covid-19. Tetapi kita menjaganya. Yang pertama kita menjaga kesehatan, kedua kita menjaga pasien lain. Kalau seandainya dia Covid, pasien yang lain bisa kena,” terangnya.

Nazri memastikan ada ruangan khusus bagi pasien yang dalam perawatan ditemukan tanda-tanda mengarah ke Covid-19. “Kita pioritaskan dan ruangannya berbeda. Jadi beda dengan ruangan pasien lain. Kita ada khusus ruangan pemeriksaan Covid-19. Untuk Covid-19 pemeriksaannya pakai APD, guna menjaga. Sebab jika tenaga kesehatan kena satu, maka Puskesmas harus tutup. Misalnya satu dari kami terkena Covid-19, satu Puskesmas harus tutup sampai 14 hari berikutnya baru boleh buka lagi,” tuturnya.



Sedangkan pelayanan di luar gedung, khusus untuk covid ada beberapa kegiatan seperti penyemprotan disenfektan. “Jadi ada penyemprotan di masjid, sekolah apalagi sudah mau masuk, tempat-tempat pelayanan publik, termasuk screening di bandara dan pelabuhan. Tujuannya kita ingin pastikan yang datang itu aman. Penyemprotan setiap hari, untuk screening pas waktu ada yang datang saja,” ungkapnya.

Lebih jauh disampaikan Nazri, kegiatan yang dimaksud tidak hanya dilakukan oleh pihaknya saja. Tetapi gabungan dari beberapa instansi dan lembaga. “Nah, bukan hanya Puskesmas. Cuma Puskesmas koordinatornya. Ada banyak organisasi didalamnya, seperti TNI, termasuk beberapa gorganisasi di bawah kendali kita,” pungkasnya.

Dalam hal ini, Nazri melihat hamper tidak ada kendala yang ditemukan oleh pihaknya. “Pada umumnya hampir tidak ada kendala. Pertama karena kita zona hijau. Cuma kadang-kadang  yang menjadi kendala itu, kegiatan bentrok. Dalam kegiatan sehari itu ada banyak, dan sering terjadi. Misalnya ada acara yang harus kita monitoring. Kita harus screening dulu, baru boleh orang masuk. Sehingga kita tidak cukup tenaga. Tapi tidak setiap hari. Hanya pada momen tertentu saja, karena kita terjadwal,” sebutnya.

Nazri berharap Covid-19 cepat berlalu. “Karena memang capeknya luar biasa. Harapan kedua koordinasi diatas kebijakan kalau bisa stabil. Jika kebijakan stabil, kita yang dibawahpun ikut stabil. Kalau bisa ada protap dari atas, apa sih tanggungjawab Puskesmas terhadap covid ini. Apa sih SOP-nya. Yang paling penting cepat berlalu,” imbuhnya. (KP).


Laporan : Riduan / Johan


 


Memuat...