Biota-biota Laut yang Harus Dilindungi dan Dilestarikan Didaerah Trikora

oleh -189 views
Annisa-Nuzul-Hidayah

Penulis : Annisa Nuzul Hidayah

Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Jurusan Ilmu Kelautan




SEPERTI kita ketahui, bahwa disekitar perairan laut Pantai Trikora merupakan salah satu daerah tempat hidupnya biota-biota laut. Biota-biota laut yang hidup disana seperti lobster, kima, penyu, terumbu karang, lamun, gamat/teripang dan masih banyak lagi biota laut lainnya.

Biota-biota tersebut sampai saat ini merupakan biota yang dilindungi oleh pemerintah setempat. Menurut Ade Sator (40) salah satu warga Kampung Mengkurus RT 01 RW 01, Jalan Pantai Trikora Kilometer 41 berprofesi sebagai nelayan yang berhasil diwawancarai menceritakan penduduk setempat masih memanfaatkan biota-biota yang dilindungi. Meskipun mereka tahu jika biota tersebut dikategorikan sebagai biota yang dilindungi.

Katanya, ada sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan pengepul tangkapan hewan laut dan lain-lainnya. Kadang ada beberapa warga setempat yang sering menjumpai hiu tertangkap jaring nelayan. Hiu tersebut menurutnya tidak diambil dan dilepaskan kembali ke laut.

Warga setempat juga menangkap lobster dalam ukuran besar untuk dijual dan dimakan bersama keluarga. Tetapi lobster berukuran kecil akan mereka kembalikan ke laut. Ada pula kepiting yang tersangkut di bumbung mereka, apabila kepiting tersebut berukuran kecil juga tidak diambil oleh nelayan tersebut, melainkan kepiting dalam ukuran besar, diambil untuk dijualnya.

Warga daerah setempat juga membudidayakan biota-biota yang dilindungi seperti gamat atau teripang. Banyak warga mengambil gamat atau teripang di daerah Trikora yang nantinya akan diolah menjadi minyak. Karena gamat atau teripang tesebut mempunyai banyak manfaat, bagus buat kesehatan tubuh.

Budidaya gamat atau teripang tidak bisa dilakukan sembarangan, karena bergantungan dengan keadaan cuaca. Menurut keterangan yang diperoleh, apabila musim angin kencang, keramba yang digunakan warga untuk menangkap gamat atau teripang akan terbawa arus dan angin.

Gamat yang sering dijumpai manurut Ade Sator memiliki aneka ragam jenis. Ada gamat hitam abu-abu. Sedangkan cara pengolahan gamat tersebut di panggang atau di bakar. Tidak hanya biota-biota tersebut yang kerap dijumpai di daerah Trikora. Ada juga gonggong dan aneka kerang-kerangan.

Biota tersebut kadang dijual oleh para nelayan tempatan kepada pengepul. Ada pulang yang langsung di makan bersama keluarga tercinta. Ade Sator sendiri ketika diminta keterangan mengaku aktif sebagai nelayan yang sehari-harinya menangkap ikan menggunakan senapan. Beliau menangkap ikan hidup dengan cara menyelam ke dasar laut. (KP).


Kiriman Pembaca koranperbatasan.com Jum’at 13 Desember 2019


 


Memuat...