Desa Harus Jeli, Anrizal: “Jangan Sampai Ada Pemotongan Satu Rupiahpun”

oleh -777 views
Kepala-Dinas-Pemberdayaan-Masyarakat-dan-Desa-Kabupaten-Natuna-Anrizal-Zen-ST

NATUNA (KP),- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD) Kabupaten Natuna, Anrizal Zen, ST meminta kepada setiap Kepala Desa (Kades) segera mungkin menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada warga terdampak Covid-19.

Permintaan tersebut disampaikannya jika anggaran yang dimaksud sudah ada. “Pesan saya, kepada pemerintah desa, berbuatlah yang terbaik dan cepat salurkan jika memang sudah ada anggarannya. Jangan pernah potong dana desa itu,” kata Anrizal menjawab koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Senin 22 Juni 2020.

Menurut Anrizal, BLT-DD tahap pertama sudah disalurkan kepada 70 desa yang ada di Kabupaten Natuna. “Jadi tahap pertama untuk bansos BLT-DD dari 70 desa itu, sudah kita salurkan, tinggal tahap kedua. Nah, untuk tahap kedua ini, akan kita cairkan sesegera mungkin. Jadi sekarang kita masih menunggu pencairan dana desa tahap dua. Karena anggaran tahap satu sudah habis,” ujarnya.

Kata Anrizal, pencairan BLT-DD tahap kedua ini akan disalurkan secara bersamaan. “Tapi ada beberapa desa sudah melakukannya, karena mereka punya anggaran di kas untuk membayar itu. Salah satunya adalah Desa Gunung Putri. Jadi mereka sudah menyalurkan tahap kedua. Sedangkan desa-desa lain masih menunggu transfer tahap dua dari pemerintah pusat. Karena anggaran tahap satu sudah disalurkan dan digunakan untuk pemberdayaan, termasuk melakukan kegiatan fisik di desa,” terangnya.

Anrizal menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut dilakukan sesuai dengan Permendes nomor 6 dan 7. “Jadi kita seleksi penerima BLT-DD. Ada tim relawanya di tingkat Desa, RT dan RW kemudian para Pendamping Desa termasuk BPD. Jadi mereka bermusyawarah menentukan siapa penerimanya. Hasil dari seleksi itu, kemudian dilaporkan kepada pemerintah kecamatan untuk dilakukan verifikasi,” jelasnya.

Setelah camat melakukan verifikasi, lanjut Anrizal, sesuai dengan Permendes nomor 6 itu, baru Kepala Desa bisa membuat Surat Keputasan (SK) terkait siapa saja yang akan menjadi penerima BLT-DD. “Jadi kita (Dinas PMD-red) ini hanya sebagai pendamping atau sebagai pemantau perkembangan-perkembangan pelaksanaan dana desa dalam bansos,” tuturnya.



Kemarin kata Anrizal, ada beberapa desa yang diketahui bermasalah, yakni tumpang tindih data penerima. “Artinya gini, dia tumpang tindih dengan bantuan bansos lain. Seperti di Desa Sungai Ulu, kemarin ada sekitar 25 KK terjadi tumpang tindih data penerima antara BLT-DD dengan bantuan lainnya seperti PKH, BPNT. Tetapi sudah kita selesaikan. Jadi mereka kita minta untuk memilih salah satu bantuan. Mereka tinggal pilih mau terima BLT-DD atau PKH,” imbuhnya.

Terkait tumpang tindih data tersebut, Anrizal memastikan setiap penerima telah diminta untuk membuat surat pernyataan memilih salah satu bantuan saja. “Jika mereka mau BLT-DD, mereka harus buat surat pernyataan penolakan penerimaan bantuan PKH atau BPNT atau bansos lainnya. Karena aturan di Permendes tidak boleh menerima ganda. Jadi cukup satu bantuan saja, tidak boleh lebih,” tegasnya.

Tumpang tindih data penerima terjadi dikarenakan ada banyak jenis bantuan yang disalurkan oleh pemerintah mulai dari pusat, provinsi dan daerah. “Kalau dari kita (Dinas PMD-red) hanya BLT-DD itu saja. Tapi bantuan-bantuan bukan hanya dari Dinas PMD saja,  ada juga melalui Dinas Sosisal. Kalau di Dinas Sosial itu, ada banyak jenis bantuan. Ada bantuan PKH, BLT Kemensos, BPNT, ada juga bansos dari pemerintah daerah. Jadi sasarannya juga ke pemerintah desa. Karena data yang mereka peroleh juga dari desa. Makanya desa harus jeli membagikannya,” pungkas Anrizal.

Karena itu, kata Anrizal saya berharap kepada pemerintah desa harus jeli serta bekerja sungguh-sungguh. “Salurkan bantuan ini dengan baik. Jangan sampai ada pemotongan satu rupiahpun disaat masyarakat berada dalam keadaan sulit, akibat Covid-19 ini. Semoga melalui BLT-DD ini, masyarakat kita bisa terbantu. Karena bantuan itu, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari,” tutupnya. (KP).


Laporan : Sandi / Johan


 


Memuat...