Emilia Wati Butuh Bantuan Biaya Pengobatan Tulang Belakang Anaknya

oleh -675 views
Emilia-Wati-dan-anaknya-Leo

MIDAI (KP),- Emilia Wati, warga Gunung Air Kumpai, RT 02 RW 01 Sabang Barat, Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, berharap uluran tangan untuk biaya pengobatan penyembuhan tulang belakang anaknya Leo.

Harapan itu disampaikan Emilia melalui wartawan koranperbatasan.com yang bertugas di Kecamatan Midai, Sabtu 13 Juni 2020 khususnya kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah daerah serta masyarakat yang peduli akan kesembuhan anaknya.

“Sudah 1,6 tahun anak saya mengalami sakit, karena kecelakaan mobil terbalik. Memang sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna. Kemudian, dirujuk ke RSUD Tanjungpinang,” ujarnya.

Saat itu, Emilia menyebutkan dokter di RSUD Natuna meminta agar anaknya menjalani perawatan ke rumah sakit di Tanjungpinang. “Disuruh rujuk ke rumah sakit Tanjungpinang, karena di RSUD Natuna tidak mempunyai alat. Saat itu, kata dokter anak saya mengalami patah tulang belakang. Jadi harus segera dirujuk atau di operasi ke dokter bedah syaraf di Tanjungpinang,” jelasnya.

Usai melalui berbagai upaya pengobatan, saat ini, sang anak terbaring lesu di rumahnya. “Sekarang tulang belakang anak saya digantikan dengan pen. Sekarang pen itu anak saya pakai dan harus rutin mengkonsumsi madu untuk di minum ke anak saya. Madu itu, kita pesan lewat online,” terangnya.

Emilia mengaku saat ini anaknya tidak lagi diberi madu dan obatan-obatan untuk perawatan pengobatan tulang belakang anaknya. “Sekarang tidak menggunakan obat, karena saya tidak punya biaya lagi. Apalagi sekarang suami saya sedang sakit. Jadi sudah banyak upaya dilakukan untuk kesembuhan anak saya ini. Namun sampai saat ini belum juga mengalami kesembuhan,” pungkasnya.



Sebelum mengakhiri, dengan wajah penuh harapan Emilia mengatakan, “saya memohon kepada pejabat-pejabat Natuna agar dapat membantu meringankan biaya pengobatan anak saya. Karena saat ini saya tidak punya biaya lagi untuk mengobati anak saya. Semoga para pejabat melihat dan mendengarkan apa yang sedang kami alami,” tutupnya. (KP).


Laporan : Hamzah / Boy Iqbal


 


Memuat...