Geopark Lestarikan Bumi, Sejahterakan Manusia

oleh -30 views
Dede-Farhan-Aulawi-seorang-pemerhati-geopark-dan-Ketua-GENPPARI

LOMBOK (KP), – Geopark adalah konsep komprehensif dan terintegrasi dalam pelestarian dan pemanfaatan warisan alam (baik geologis dan biologis) serta kekayaan budaya untuk pembangunan berkelanjutan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, yang memungkinkan dilakukan kolaborasi semua kebijakan tentang konservasi, pendidikan, penelitian, dan pengembangan masyarakat. Geopark adalah solusi hebat dan alternatif untuk kebangkitan ekonomi bersama dengan pemberdayaan sosial.

Dede Farhan Aulawi, Selasa (10/9) selaku Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) dan juga seorang pengamat geopark mengatakan bahwa  pengembangan geopark di Indonesia berkontribusi untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan. Demikian kalimat pembuka oleh beliau saat ditemui di kawasan Gunung Rinjani, Lombok.

Menurut Dede, Pemerintah Indonesia mempromosikan geopark sebagai breakthrough atau terobosan pembangunan ekonomi berkelanjutan. “Presiden Republik Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Kawasan Geopark Indonesia, yang mengatur keberadaan Komite Nasional Geopark Indonesia dan Manajemen Geopark Indonesia,” ujar Dede.

Dede mengatakan, penerbitan Peraturan Presiden ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan geopark di Indonesia menjadi geopark dunia. Indonesia sendiri telah memiliki empat Kawasan Geopark Global UNESCO, yaitu Batur (didirikan pada 2012 dan disertifikasi pada 2017), Gunung Sewu (didirikan pada 2015), Rinjani dan Ciletuh-Palabuhan Ratu (didirikan pada 2018). Ada juga 15 geopark nasional dan 110 warisan geologis yang memiliki potensi besar untuk menjadi geopark global.

Dede juga menjelaskan, kedepan pengembangan geopark adalah prioritas dalam pembangunan Indonesia. Sebab, dengan kehadiran geopark ada dampak yang signifikan di beberapa daerah yang telah memperoleh status Geopark Nasional dan UNESCO Geopark Global (UGG), dampak itu akan dirasa mulai dari pendidikan, konservasi, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Salah satu hal terpenting dalam mengembangkan geopark adalah realisasi peningkatan ekonomi berkelanjutan berdasarkan pada masyarakat setempat,” terang Dede.

Dede menyebutkan, beberapa prestasi itu telah terlihat dibeberapa bidang baik di wilayah yang daerahnya menjadi Geopark Nasional maupun masuk dalam UNESCO Global Geopark. “Gunung Sewu UGG di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta adalah contoh luar biasa dari geopark yang berhasil dikelola,” ungkapnya.

Menurut Dede, peningkatan pendapatan daerah itu, ditandai oleh penurunan jumlah kemiskinan dan peningkatan nilai ekonomi lainnya setelah Gunung Sewu diakui sebagai Geopark Nasional dan UGG. “Jumlah homestay juga meningkat di Gunung Batur UGG, di Rinjani UGG serta di Ciletuh-Pelabuhan Ratu UGG,” kata Dede.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan salah satu negara terkaya di dunia dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati. Dengan lebih dari 300 kelompok etnis atau suku yang diakui di Indonesia hidup berdampingan satu sama lain serta memiliki lebih dari 700 bahasa. “Negara kita juga terletak di tiga lempeng tektonik utama yang menghasilkan keanekaragaman geologis yang berharga. Jadi pengembangan geopark ini bisa menjadi model untuk menjaga kelestarian bumi dan kesejahteraan umat manusia”, pungkas Dede. (KP).


Laporan Redaktur