DP3AP2KB Natuna Lakukan Penyuluhan Keluarga Berencana di Bunguran Batubi

oleh -86 views

NATUNA (KP),- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, saat ini terus berkomitmen dalam menjalakan Program pengendalian penduduk dan keluarga berencana di wilayah kerjanya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Kabid Dalduk KB) Dinas P3AP2KB Kabupaten Natuna, dr.Fachri, saat memberikan materi dalam kegiatan penyuluhan di Balai Penyuluh KB Kecamatan Bunguran Batubi,  Senin 15 Februari 2021.

Fachri  menyebutkan tujuan kegiatan ini diantaranya, pendataan keluarga 2021, kesiapan keluarga bagi remaja dan kesehatan reproduksi, upaya peningkatan ekonomi keluarga, perawatan jangka panjang pada lansia, dan upaya peningkatan cakupan akseptor KB.

“Program keluarga berencana mempunyai tujuan akhir yaitu keluarga yang berkualitas, bahagia dan sejahtera. Program Bangga Kencana (pembangunan keluarga, Kependudukan dan keluarga berencana) bukan hanya bertanggungjawab terhadap  pengendalian kuantitas penduduk tetapi juga meningkatkan kualitas keluarga, dengan program-program unggulan yang langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Disamping itu, Kasie Pengendalian Penduduk, Suci Harni, AMK,  mengatakan di Kecamatan Bunguran Timur menurunkan angka Total fertility rate (jumlah kelahiran per1000 wanita usia subur 15 – 49 tahun) yang masih tinggi di Natuna  3,02 dibanding nasional 2,19 menjadi salah satu PR bersama yang masih perlu diusahakan.

“Karena peningkatan jumlah penduduk yang tidak diiringi peningkatan ekonomi dapat menjadi masalah di kemudian hari.  Selain itu Jumlah ASFR 15-19 tahun juga masih tinggi di Natuna yaitu 26. Artinya dari 1000 perempuan berusia 15 s/d 19 tahun, ada 26 orang yang melahirkan di tahun 2020,” katanya.

Ini cukup tinggi dari target 13. Dan idealnya tidak ada lagi yang melahirkan diusia tersebut sesuai program pemerintah, dimana menikah dianjurkan di usia 20 tahun ke atas. Sehingga pembinaan kepada remaja juga menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana mereka bisa menghindari pergaulan bebas, yang masih cukup memprihatinkan.



“Peran pemuka agama dan adat juga diharapkan meningkatkan  bimbingannya kepada masyarakat terutama orang tua yang mempunyai remaja. Karena sebagian besar yang menyumbang angka ASFR adalah mereka yang terlanjur hamil lebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, Kasie Pelayanan KB, Mimie Aryanti, AMd.Keb SST, menjelaskan , kegiatan pelayanan KB mendapatkan dukungan anggaran dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus sub bidang KB melalui dana pergerakan.

“Bahkan mereka yang mengikuti kontrasepsi mantap melalui operasi bagi laki-laki maupun perempuan mendapatkan pengganti biaya hidup selama 3 hari. Tentu saja syarat dan ketentuan berlaku,” tutur Mimie Aryanti. (KP/Boy).



Memuat...