Melalui Dinas P3AP2KB Pemkab Natuna Gelar Media Talk Genjot SDM Perempuan

oleh -374 views

NATUNA (KP) – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), menggelar Media Talk dengan Tema “Women, Dare to Speak” atau “Perempuan Berani Berbicara” dalam rangka memperingati Hari Perempuan Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 09 Maret.

Tema ini dipilih untuk merayakan upaya luar biasa perempuan diseluruh dunia dalam membentuk masa depan yang lebih setara dengan kaum adam dan pemulihan ekonomi dimasa Pandemi Covid-19. Pernyataan ini disampikan oleh Kadis P3AP2KB, Kabupaten Natuna, Dr. Hj. Rika Azmi, STP, MM, Selasa, 09 Maret 2021.

Kata Rika, tema ini mengingatkan kita bahwa perempuan juga berada di garda terdepan dalam pertempuran melawan Covid-19 dalam profesi disektor kesehatan seperti dokter, ilmuwan, perawat dan sebagainya. Selain itu, juga terfokus pada seruan kesetaraan gender untuk bertindak demi masa depan yang setara bagi semua.

“Sejak dulu peran perempuan dalam kehidupan sosial terhalangi oleh persepsi yang kurang tepat mengenai kesetaraan gender. Selama ini masyarakat menganggap perempuan memiliki keterbatasan kesempatan berdasarkan perbedaan ciri biologis primer (fisik),” ujarnya.

Menurut Rika, perempuan dan laki-laki dibedakan berdasarkan faktor biologis dari segi alat reproduksi dan fungsi seperti perempuan mengalami menstruasi, kehamilan dan melahirkan sedangkan laki-laki tidak bisa seperti itu sehingga berdasarkan sifat, kodrat mereka berbeda atau tidak bisa dipertukarkan. Jika faktor biologis terbentuk karena alamiah, maka gender terbentuk oleh masyarakat.

“Persepsi ini kemudian berkembang di masyarakat dan membudaya. Hal ini yang menyebabkan peran perempuan terbatas dalam tatanan sosial. Perempuan diposisikan untuk berperan di rumah dan laki-laki berperan untuk bekerja. Stigma itu yang akhirnya melekat pada diri perempuan,” ungkapnya.

Padahal lanjut Rika, perempuan juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama seperti laki-laki. Perempuan juga ingin memiliki akses dan kesempatan yang sama sesuai dengan kompetensinya seperti dalam profesi di dunia kerja.



“Kesetaraan menjadi penting karena baik laki-laki maupun perempuan dapat menjalankan dirinya sebagai manusia yang utuh tidak ada ketimpangan, kita semua adalah manusia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama, kesempatan yang sama untuk merasa dihargai. Baik perempuan maupun laki-laki berhak mendapatkan pendidikan yang sama, berhak memilih masa depan kita,” jelasnya.

Lebih jauh Rika menuturkan, untuk mewujudkan kesetaraan tentu saja kita perempuan harus berani memulai perubahan, membuat perubahan tidaklah sulit mulailah dengan menerima dirimu sendiri. Ketika kamu sudah menerima dirimu seutuhnya, maka kepercayaan diri akan terbentuk. Kemudian cintailah dirimu, baik kelebihan maupun kekuranganmu.

“Sebagai perempuan, kita berhak memilih seperti halnya dalam memilih profesi pekerjaan, kita punya hak untuk memiliki profesi apapun, bahkan profesi yang biasanya masyarakat anggap hanya untuk laki-laki, perempuan juga dapat sukses dalam bidang apapun, termasuk menjadi pemimpin,” tandasnya. (KP).


Laporan : Boy Iqbal