DPRD Minta Pemda Berikan Solusi Terkait Nasib Penambang Pasir Tradisional di Anambas

oleh -66 views
DPRD saat memimpin koordinasi bersama sejumlah penambang pasir tradisional Anambas dengan pihak terkait

ANAMBAS (KP) – Buruh penambang pasir tardisional di Kabupaten Kepulauan Anambas (Anambas) yang berpuluh-puluh tahun bekerja mengambil pasir di pesisir untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka, saat ini merasa was-was melakukan kegiatan pengambilan pasir.

Sebab beberapa waktu lalau pihak Polair Polres Kepulauan Anambas telah melakukan penertiban terhadap kegiatan tersebut. “Takut-takut nak kerja pasir lagi. Takut ditangkap Polisi,” sebut salah seorang buruh penambang pasir tradisional Anambas dalam beberapa kesempatan membahas terkait hal tersebut.

Namun kata dia, jika tidak bekerja sebagai penambang pasir tradisional dirinya mengaku bingung harus bekerja apa. “Tapi mau kerja apa ya, bingung juge,” keluhnya.

Sejalan dengan itu, Solidaritas Masyarakat Anambas (SRA) meminta pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Anambas segera memberikan solusi terhadap persoalan yang dialami masyarakat tersebut.

“Kita minta agar ada solusi dari pihak DPRD dan Pemda Anambas untuk nasib masyarakat Anambas penambang pasir tradisional ini,” desak Ketua SRA, Wan Rendra Virgiawan.

Sebelumnya pada Selasa, 16 Februari 2021 sejumlah penambang pasir bersama SRA sempat mendatangi  DPRD Anambas. Mereka mencari solusi bersama setelah adanya penegakan hukum dari instansi terkait terhadap warga yang menambang pasir itu. Pertemuan ketika itu membahas masalah perizinan terkait menambang pasir di Anambas.



Wakil Ketua Komisi II DPRD Anambas, Jasril Jamal yang memimpin pertemuan ketika itu, tidak ingin mengangkangi hasil kesepakatan saat koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Selama ini mata pencaharian masyarakat diantaranya sebagai penambang pasir. Kegiatan itu sendiri sudah berlangsung lama. Hanya memang belum ada izin. Kami tidak menyalahkan itu dari pihak penegak hukum,” sebut Jasril.

Jasril menjelaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak  terkait tentang bagaimana kelanjutan bagi penambang pasir ini.  Kepada Pemarintah Daedrah Anambas pihaknya juga meminta agar segera diberikan solusinya.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Pemda Anambas pun kita minta agar segera memberikan solusi terhadap nasib buruh pekerja pasir ini. Untuk sementara masih diperbolehkan melakukan kegiatan secara tradisional sampai izin resmi diperoleh,” ujar Jasril. (KP/AP).



Laporan : Azmi Aneka Putra