Ansar Ahmad Minta Setiap Daerah Mempertajam Referensi Ekonomi Makro dan Makro Sosial

oleh -95 views
Ansar Ahmad, Gubernur Provinsi Kepri

ANAMBAS (KP) – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyebut gunakan konsep Tight Money Policy, tidak perlu belanja kegiatan-kegiatan yang tidak penting, dahulukan kepentingan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbangda) di  Kabupaten Kepulauan Anambas yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Tarempa, Minggu, 4 April 2021.

Kata Ansar Ahmad saat ini pemerintah tengah berupaya mendukung pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makro ekonomi dan makro sosial di Provinsi Kepulauan Riau dan memperkuat kekuatan fiskal daerah.

“Kalau itu kita lakukan dengan sungguh-sungguh berorientasi  kepada pemulihan ekonomi masyarakat dengan kesadaran yang tinggi, kemudian menjaga amanah masyarakat  yang diberikan kepada kita, saya yakin pemulihan ekonomi akan bisa pulih lebih cepat lagi kedepan,” ucapnya.

Menurut Ansar Ahmad, diakhir tahun 2020 angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau minus 3,8 persen. Namun dengan hitung-hitungan ekonomi di Kepri  pihaknya yakin bisa mengejar angka pertumbuhan ekonom akhir tahun 2021 ini bisa mencapai angka 3-5 persen.

“Bahkan Pak Menteri PPN atau Bappenas waktu berdiskusi di Jakarta, beliau menargetkan Kepri harus bisa 5,6 persen dan kita usahakan kejar itu,” sebutnya.



Ansar Ahmad menjelaskan ada beberapa investasi-investasi yang sedang diproses diwilayah Kepri, yang nilainya sangat besar dan segera melakukan ekspor seperti di Kabupaten Bintan.

“Itu sudah menanamkan investasi sampai saat ini lebih kurang Rp 13 triliun di Bintan itu, bulan Mei akan segera produksi mudah-mudahan ekspornya bisa mendorong,” ujarnya.

Selain itu, perkembangan investasi-investasi di Kota Batam dan Kabupaten Karimun pihaknya juga yakin bisa mencapai angka tesebut asal berkerja keras mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara bersama.

Ansar Ahmad menegaskan dalam Musrenbangda ini nantinya disetiap daerah di Kepri jangan sampai dari tahun ke tahun Musrenbang tersebut hanya jadi sebagai ajang seremonial saja.

“Tapi tolong dipertajam lagi rencana kedepan, nanti komunikasi dengan Bappeda Provinsi Kepri, jika butuh data-data, kita tiap bulan dapat data dari BPS kemudian dari Bank Indonesia, itu yang harus kami analisa terus, supaya program-program itu agar ada referensi ekonomi makro dan referensi makro sosial,” jelasnya.

Ansar Ahmad, juga memberikan aspirasi dan dukungan terhadap langkah Pemerintah Daerah Kepulauan Anambas yang mana telah merencanakan peraturan daerah terkait kemudahan investasi di daerah ini salah satunya pajak digratiskan selama dua tahun.

“Itu bagus sekali, untuk mendorong percepatan investasi, akan tetapi upayakan Perda itu juga ada muatan-muatan relaksasi untuk pelaku investasi, kalau perlu jika  ada pelaku usaha apa saja termasuk pariwisata kasih saja dia gratis IMB ini,” sebutnya. (KP).



Laporan : Azmi Aneka Putra


 


Memuat...