Syaifullah : Persoalan Modal dan Pemasaran Membuat UMKM di Natuna Sulit Naik Kelas

oleh -368 views
Syaifullah

NATUNA (KP) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Syaifullah, mendukung keberadaan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Natuna agar tetap eksis dan maju terutama di masa pandemi Covid-19.

Kata Syaifullah, pandemi Covid-19 menjadi tantangan utama para pelaku UMKM di Natuna bahkan Indonesia. Penghasilan mereka para pelaku usaha kecil di masa pandemi tampak menurun bahkan ada banyak yang gulung tikar.

Menurutnya ada empat sektor usaha yang bisa disebut tetap stabil yakni kesehatan, pendidikan, telekomunikasi, serta UMKM. Untuk sektor UMKM, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM turut memperhatikan pelaku UMKM dengan memberikan insentif dan kemudahan.

“Bantuan ini diberikan agar para pelaku UMKM di Natuna dapat tetap eksis dan bahkan bisa maju,” ujarnya kepada koranperbatasan.com Senin, 12 April 2021.

Lelaki yang akrab disapa Bang Ipul oleh rekan-rekan kerjanya di bangku legislatif Natuna itu menjelaskan, DPRD mendukung penuh keberadaan UMKM melalui keberpihakan pada kebijakan dan anggaran. Keberpihakan pada kebijakan diantaranya, DPRD bersama Pemkab melahirkan Perda tentang Koperasi dan UMKM.

“Sedangkan keberpihakan pada anggaran, DPRD berkontribusi memperjuangkan anggaran untuk UMKM pada pembahasan Rancangan Pertauran Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Raperda APBD),” jelasnya.

Syaifullah menuturkan pembahasan Raperda APBD dibahas bersama oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yakni membahas rencana anggaran untuk tahun anggaran berikutnya atau rencana anggaran untuk perubahan APBD.



“Nah, pada setiap pembahasan tersebut, kami DPRD juga membahas tentang kesiapan alokasi anggaran untuk Koperasi dan UMKM,” ungkapnya.

Anggota DPRD Natuna dari Partai Hanura ini melihat pelaku UMKM khususnya di Natuna sebagian besarnya menghadapi persoalan modal dan kendala pemasaran. Adanya dua persoalan tersebut membuat pelaku UMKM sulit untuk bisa naik kelas.

Syaifullah berharap program dari dinas terkait seperti bantuan perizinan usaha, pelatihan keterampilan, bantuan kemudahan modal, serta dukungan pemasaran dapat mendongkrak pelaku UMKM untuk tetap eksis dan berkembang. (KP).



Laporan : Boy Iqbal