Gubernur Kepri : Tak Usah Bicara Kehebatan Pariwisata dan Industri Kalau Urusan WC Saja Belum Terselesaikan

oleh -130 views
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menijau limbah di Kabupaten Bintan

BINTAN – Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad mengatakan, pengelolaan limbah yang baik sangat diperlukan untuk mencegah potensi bahaya yang ditimbulkan. Limbah merupakan sisa proses dalam industri, baik dari perusahaan maupun rumah tangga.

Jika tidak dikelola dengan baik akan mengganggu kesehatan dan kebersihan lingkungan. Pengelolaan yang baik dan berkepanjangan diperlukan agar tidak menjadi penyebab masalah lingkungan. Apalagi limbah-limbah yang berbentuk cair yang sulit diuraikan oleh bakteri.

Demikian ungkap Gubernur Kepri Ansar Ahmad pada acara penutupan pembangunan sistem pengelolaan limbah rumah tangga terpadu yang diselenggarakan oleh Loola Resort di Kampung Karya Jl Bumi Indah RT 15 RW 05 Tuapaya Asri, Kabupaten Bintan, Senin, 08 November 2021.

Menurut Ansar, Pemprov Kepri pada dasarnya sangat mendukung program untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Hal ini adalah salah satu amanah dalam pertemuan Sustainable Development Goals (SDGs), dimana para pemimpin-pemimpin dunia selalu membahas keikutsertaan masyarakat dalam proses perumusan tujuan dan target kesejateraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Kata Ansar, bahaya yang disebabkan limbah itu tidak timbul seketika, akan tetapi bisa timbul dalam waktu yang panjang dan tidak jarang menimbulkan dampak fatal seperti kematian.

Lebih lanjut, ia meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Bintan untuk mempelajari sistem sanitasi penanganan limbah yang lebih efektif.

“Kedepan Pemprov Kepri akan mempelajari sistem ini, kalau memang ini efektif, kita juga akan mengembangkannya di berbagai wilayah yang resistensi limbahnya sangat besar,” ujar Ansar.



Gubernur Kepri, Ansar Ahmad serah terima pengolahan limbah di Kabupaten Bintan.

Pada kesempatan itu, Ansar sempat menceritakan pengalamannya sewaktu menjabat Bupati Bintan, dimana Pemkab Bintan mendapatkan penghargaan khusus dari Kementerian Kesehatan RI karena telah berhasil melakukan program Open Defecation Free (ODF).

“Dulu sewaktu saya menjadi Bupati Bintan, saya sempat dijuluki Bupati Jamban, karena lebih dari 2000 jamban yang Pemkab Bintan bangun. Karena kala itu masih banyaknya masyarakat membuang limbah di luar rumah, dengan tidak adanya WC,” katanya menceritakan.

Sejalan dengan hal itu, ia berharap sistem pengelolaan sanitasi tersebut dapat juga dikembangkan di kabupaten dan kota lainnya yang ada di Kepulauan Riau.

“Semoga percontohan ini, juga dapat memberikan contoh penanganan limbah kepada daerah lainnya. Karena limbah tidak boleh dipandang enteng,” pungkasnya.

Lebih jauh Ansar memastikan sistem pengelolaan unit ini dibuat bersama-sama masyarakat, agar kedepan masyarakat akan sadar pentingnya pengelolaan limbah yang baik.

“Kita lakukan program pemicu, agar masyarakat terdorong dengan pemanfaatannya. Karena hari ini kita di Kepri tak usah bicara jauh-jauh tentang kehebatan pariwisata dan industri. Kalau urusan-urusan wc saja belom terselesaikan,” tutupnya.

Semetara itu, Sekdakab Bintan, Adi Prihantara berterima kasih kepada Loola Eco Eventure yang telah peduli kepada masyarakat Bintan, dimana pembangunan sistem pengelolaan sanitasi diharapkan bermanfaat.

“Tentu ini menjadi tugas masyarakat semua untuk menjaga yang telah di bangun dan tahu menggunakannya serta tahu merawatnya,” ucapnya.

Sekda Bintan menambahkan, Pemkab Bintan juga menginginkan gerakan membangun kampung yang disebut program Gerbang Kampung.

“Jadi diawali dari sistem pengelolaan sanitasi yang baik, maka kita harapkan kampung kita menjadi baik,” tambah Adi Prihantara.  (KP/Net).


Laporan : Martin