Gerakan Menjadikan Desa Mandiri Keinginan Camat Bunguran Timur

oleh -490 views
H.-Wan-Suhardi-SE-Camat-Bunguran-Timur-Kabupaten-Natuna

NATUNA (KP),- Desa mandiri menjadi salah satu harapan H. Wan Suhardi, SE selaku Camat Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Upaya menjadikan desa mandiri ini dilakukannya secara rutin melalui program pemberdayaan.

Saat ini kata Wan Suhardi, beberapa desa yang ada di wilayah kerjanya sudah berada pada posisi berkembang. “Saya berharap semua desa yang ada di Kecamatan Bunguran Timur ini bisa menjadi desa mandiri. Apa itu desa mandiri? Desa mandiri adalah desa yang tidak lagi berharap penuh pada anggaran pemerintah. Dia bisa mendatangkan anggaran sendiri. Artinya jika tidak ada APBD dia tetap bisa berjalan. Kita ingin desa kita menuju kearah tersebut,” katanya kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Senin, 11 Mei 2020.

Gerakan pembangunan desa mandiri, menurut Wan Suhardi, bisa dimulai dengan melakukan pembinaan secara khusus terhadap potensi yang dimiliki oleh desa tersebut. “Misalnya saya berharap Desa Sungai Ulu dan Desa Batu Gajah itu mengembangkan wisata mangrove, dengan potensi yang ada. Tetapi bukan seperti mangrove di Mekar Jaya dan Pengadah. Kita ingin dibikin ada sampan, perahu dayung menyusuri sungai, bisa menjadi wisata observasi,” ujarnya.

Pada pengembangan wisata observasi tersebut Wan Suhardi berkeinginan segala jenis hewan yang sudah ada, seperti buaya dibudidayakan saja. “Misalnya mereka bisa saja mencatat berapa jumlah buaya, dan kalong yang ada disana. Bulan apa kalong itu ramai disana, terus kita bikin kalender untuk berburu kalong. Dengan adanya ide-ide tersebut tentunya ekonomi bisa berkembang. Jadi kita perlu ide kreatif dan kemahiran serta ilmu pengetahuan dalam pengembangannya,” sebutnya.

Untuk pemberdayaan lanjut Wan Suhardi, ada beberapa kegiatan yang mendapat pembinaan secara khusus. “Jadi pertama itu ada PKK Kecamatan. Selanjutnya ibu-ibu PKK Kecamatan, membina langsung ibu-ibu PKK yang di desa maupun kelurahan. Jadi ini khusus untuk pembinaan ibu-ibu PKK,” sebutnya.

Selain itu, kata Wan Suhardi, Pemerintah Kecamatan Bunguran Timur juga aktif memberi pembinaan kepada para pemuda yang tergabung di organisasi karang taruna. “Jadi ini dibina oleh desa maupun kelurahan. Pembinaan tersebut diawasi oleh kita selaku pihak kecamatan. Semua kegiatan mereka kita hadiri. Itu-lah bentuk kepedulian kita terhadap mereka,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskannya tidak ada pembinaan secara langsung yang mereka lakukan, melainkan melalui desa dan kelurahan. “Pembinaan langsung ke petani dan nelayan kita tidak punya. Tetapi desa dan kelurahan mempunyai programnya masing-masing. Ada program pemberdayaan Posyandu, nelayan, dan pemuda, semua kegiatan desa dan kelurahan itu dibawah pengawasan kecamatan. Setiap tahun mereka pasti akan kita evaluasi,” tuturnya.



Sebagai Camat Bunguran Timur, Wan Suhardi memastikan kegiatan-kegiatan yang kurang tepat akan segera diberi pembinaan. “Mereka yang kurang pas, kita katakan kurang pas. Apapun keperluan desa dan kecamatan kita saling berkoordinasi. Misalnya masaalah karantina, desa kan punya hak untuk mengalihkan anggaran, sedangkan kelurahan tidak ada. Tugas camat mengkoordinasikan ini, meyakinkan apakah benar desa-desa sudah melaksanakan semua anggaran keperluan untuk karantina. Nah, itu menjadi tanggungjawab kami,” pungkasnya.

Terkait kesiapan tempat karantina di wilayahnya, Wan Suhardi menyebutkan sudah menyiapkan beberapa rumah singgah. “Alhamdulilah kami sudah punya pusat karantina di Desa Batu Gajah ada dua bangunan, kemudian di Desa Sungai  Ulu juga ada dua, dan satu di Desa Sepempang. Sekarang alhamdulilah tidak ada penghuninya, karena sudah tidak ada lagi yang di karantina,” jelasnya.

Untuk dapat mejalankan itu semua, Wan Suhardi mengungkapkan perlu adanya koordinasi yang baik antara pemerintah desa, kelurahan dengan kecamatan. “Ini bukan perintah. Camat tidak berhak memerintah kepala desa, tapi berkoordinasi. Jadi kita ada 3 desa dan 4 kelurahan. Kemudian kecamatan ini memiliki 24 staff diantaranya 8 orang PTT dan selebihnya adalah ASN. Kalau dihitung sampai kelurahan ada 42 orang, karena pegawai kelurahan juga termasuk pegawai camat,” tutupnya. (KP).


Laporan : Sandi/Boy



Memuat...