Gubernur Kalsel, Sampaikan Prihatin dan Duka Cita Atas Penyerangan Polsek Daha Selatan

oleh -274 views
Mobil-Polisi-yang-terbakar-di-Mapolsek-Daha-Selatan

BANJARBARU (KP),- Atas nama pribadi, Gubernur Kalsel, dan seluruh jajaran Pemprov Kalsel menyatakan keprihatinan dan dukacita mendalam atas peristiwa penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Polres Hulu Sungai Selatan, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin, 1/6/2020 dinihari sekitar pukul 02.15 WITA.

Penyerangan itu mengakibatkan gugurnya satu anggota Polri Polsek Daha Selatan, yang sedang bertugas Brigadir Leo Nardo Latupapua, (30 tahun). Korban meninggal lantaran luka tebasan samurai yang diterimanya dari Orang Tak Dikenal (OTK) yang belakangan diketahui berinisial AR.

Sebelum menyerang korban, pelaku membakar mobil patroli polisi yang parkir dihalaman mapolsek, kemudian merangsek masuk ke mapolsek, menyerang korban dan dua anggota polisi lainnya. Setelah penyerangan, pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan dan tewas saat dibawa ke RSUD Brigjend Hassan Basry Kandangan.

Secara khusus Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK, SH MH, melayat ke rumah korban di Desa Tumbukan Banyu, Daha Selatan, Kab HSS, Senin malam. Selain menyampaikan ucapan belasungkawa, Kapolda atas nama Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, memberikan santunan kepada keluarga korban dan menganugerahkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, dari Brigadir menjadi Brigadir Kepala (Bripka) atas jasa dan pengabdiannya sebagai anggota Polri yang gugur saat bertugas.

Brigadir Leo Nardo Latupapua, kelahiran 8 Agustus 1989 merupakan lulusan Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Kalsel, angkatan 32 tahun 2008 yang disebut Laksamana Niscala Danadyaksa (LND) Kalsel. Polda Kalsel  masih mendalami motif penyerangan ini dengan melibatkan Detasemen Khusus 88.

Dari lokasi kejadian polisi, menemukan sejumlah barang bukti yaitu, satu unit sepeda motor yang dipakai pelaku, sebuah jerigen bahan bakar jenis premium dan sebilah samurai yang digunakan untuk meyerang. Sementara dari tas pinggang pelaku ditemukan bendera hitam identitas ISIS berbentuk syal serta satu lembar surat wasiat berisi ancaman dan satu buah Al Quran kecil. Gubernur meminta kasus ini diusut hingga tuntas dan berharap ini adalah kasus penyerangan terakhir terhadap aparat di Banua. (KP).


Laporan : Adam Subayu



Editor : Riduan


 


Memuat...