Wakil Ketua DPRD Tanggamus Sosialisasikan Tiga Perda Penting di Empat Kecamatan

oleh -172 views
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus, Kurnain dan rombongan

TANGGAMUS – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus, Kurnain menggelar sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Daerah Kabupaten Tanggamus di Dapil II Kabupaten Tanggamus, Lampung. Sosper tersebut digelar di  Dapil II yakni di Kecamatan Kotaagung Timur, Kecamatan Kotaagung Pusat, Kotaagung Barat dan  Kecamatan Wonosobo, Selasa 29 Juni 2021.

Peraturan Daerah (Perda) yang akan disosialisasikan yaitu Perda Kabupaten Tanggamus Nomor 3 Tahun 2019 tentang Perlindungan Produk Lokal dan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama serta Perda Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penataan Toko Swalayan dan Minimarket.

Politisi yang menjabat Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Tanggamus tersebut menjelaskan perlindungan produk lokal pada Perda Nomor 3 tahun 2019 salah satunya yakni memberikan pedoman pelaksanaan, penggunaan dan pengembangan produk lokal bagi Pemerintah Daerah, dunia usaha dan masyarakat.

“Selain itu dapat memberikan fasilitasi kemudahan bagi pelaku usaha mikro dalam memasarkan produknya untuk mempromosikan produk lokal, dapat menumbuhkan rasa cinta untuk menggunakan produk lokal dan bisa memberikan landasan hukum terhadap perlindungan produk lokal,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus, Kurnain (tengah) poto bersama warga setempat usai menyampaikan sosialisasi Perda

Kata Kurnain, tujuan memberikan perlindungan terhadap produk lokal yakni untuk mendorong pertumbuhan usaha ekonomi rakyat berbasis lokal dan terciptanya lapangan kerja serta tumbuhnya wirausaha baru.

“Dan juga dapat memotivasi pelaku usaha mikro untuk meningkatkan kapasitas produksi dan yang berkualitas dan berdaya saing serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan,” ungkapnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Tanggamus itu, sedangkan Perda Nomor 4 Tahun 2019 menyangkut tentang penyelenggaraan fasilitas kesehatan tingkat pertama suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat.



“Penyelenggaraan fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu pembangunan pusat kesehatan untuk mewujudkan masyarakat yang berperilaku sehat, berkemampuan hidup sehat, menjangkau pelayanan kesehatan bermutu dan memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat,” jelasnya.

Sementara pada Perda Nomor 8 Tahun 2019 tentang penataan toko swalayan dan minimarket, Kurnain memaparkan bahwa penataan toko swalayan dan minimarket dilaksanakan berdasarkan atas asas, kepastian hukum, adil dan sehat, keamanan berusaha, akuntabel dan transparansi, kemitraan serta berwawasan lingkungan.

“Penataan toko swalayan dan minimarket bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada toko eceran, pasar rakyat, UMKM dan koperasi, memberdayakan toko eceran, pasar rakyat pada umumnya, mikro, kecil, menengah, serta koperasi, agar mampu berkembang, bersaing secara mandiri,” pungkasnya.

Dari pantauan, kegiatan sosialisasi Perda yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRd Tanggamus tersebut terpantau tetap menerapkan protokol kesehatan mengingat  Kabupaten Tanggamus saat ini masih dalam zona orenge Covid-19.

Selain itu, para pesertanyapun tampak dibatasi, dan ikut hadir dalam kegiatan tersebut para perwakilan DPD, DPC, dan DPRT Partai NasDem Kabupaten Tanggamus. (KP).


Laporan : Arzal