Lurah Ranai Kota Ungkap Fakta dan Sejarah Penetapan Hari Jadi Kota Ranai

oleh -298 views

NATUNA – Lurah Ranai Kota, Syuparman, SE mengatakan tepat tanggal 27 Juli 2021 ialah hari jadi Kota Ranai ke-150 tahun. Penetapan Hari Jadi Kota Ranai itu, tertuang dalam Perda Nomor 3 tahun 2012 tentang Hari Jadi Kota Ranai.

“Ini hasil dari seminar-seminar yang dilakukan oleh tokok-tokoh masyarakat,” katanya kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Rabu, 28 Juli 2021.

Syuparman menjelaskan, pada Bab III, pasal 3, ayat 1 hanya menyebutkan “Hari Jadi Kota Ranai ditetapkan pada tanggal 27 Juli 1871 M (Seribu Delapan Ratus Tujuh Puluh Satu Masehi)”.

Dan ayat 2 menyebutkan “Penentuan Hari Jadi Kota Ranai dan sejarahnya sebagaimana telah melalui beberapa tahapan seminar dalam rangkaian kegiatan Penelitian Peninggalan Bersejarah dan Hari Jadi Kota Ranai, yang dilaksanakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Natuna Tahun Anggaran 2009”.

Lanjut Syuparman menerangkan, 27 Juli diambil dari tanggal dan bulan yang baik dalam Islam yaitu yang berangka ganjil. Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya ditemukan kesepakatan bahwa 27 Juli dipilih menjadi tanggal dan bulan yang cocok.

“Tanggal 27 Juli tahun 2009 (tahun diadakannya seminar tersebut) jatuh pada hari Senin yang dalam Islam dianggap hari baik,” terangnya.

Sedangkan tahun 1871 diambil atas dasar beberapa peristiwa, yakni pertama, pada tahun 1871 M, Orang Kaya Rawa membagi 2 (dua) Pulau Bunguran untuk diserahkan kepada kedua anaknya yaitu Wan Pasak di Bunguran Barat, dan Wan Teras di Bunguran Timur dengan Ibu Kotanya yaitu Ranai.



“Kedua, peristiwa sejarah seperti tersebut diatas diperkuat oleh sebuah peninggalan sejarah berupa Pending terbuat dari perak yang diberikan oleh Sultan Riau Lingga sebagai legitimasi untuk mengangkat Wan Teras sebagai wakilnya di Bunguran Timur dan pusatnya di Ranai,” ujarnya.

Syuparman menuturkan, untuk tahun 1871 dapat dijadikan tonggak penentuan Hari Jadi Kota Ranai karena memenuhi beberapa kriteria. Yang pertama, tahun 1871 merupakan tahun pertama Ranai menjadi pusat pemerintahan.

Kedua, tahun 1871 Kesultanan Riau memberikan sebuah pending pengukuhan tugas karena Wan Teras menjalankan pemerintahan dengan jujur dan bijaksana.

Ketiga, tahun 1871, menjadi tonggak Ranai memiliki “identitas dan jati diri” kemelayuan yang dapat dimiliki oleh seluruh masyarakat Ranai.

“Jadi itulah dasarnya ditetapkan Hari Jadi Kota Ranai,” tutupnya. (KP).


Laporan : Johan