Gawat! Asrama Putri Natuna Diserobot Maling, Pakaian Dalam Mahasiswi Ikut Lenyap

oleh -1.430 views
Tampak mahasiswi yang tinggal di Asrama Putri Natuna terbangun dan berkumpul di tengah malam menyaksikan barang-barangnya berantakan.

TANJUNGPINANG – Sebanyak 36 orang mahasiswi asal Kabupaten Natuna yang mendiami Asrama Putri Natuna, di Jalan Ir. Sutami Gang Menteng, Kompleks PGA Nomor 20A, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mendadak gelisah, dan merasa takut, serta was-was oleh perbuatan jahat orang tak dikenal.

Pasalnya dua hari berturut-turut, tempat tinggal mereka didatangi orang tak dikenal dan sempat membawa kabur beberapa peralatan dapur serta barang-barang berharga lainnya, termasuk pakaian milik mahasiswi yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kabupaten Natuna (HMKN) Tanjungpinang-Bintan tersebut.

“Tanggal 6 September 2022 barang-barang kami seperti baju, alat mandi, selimut, dan helem hilang. Kemudian tanggal 7 September 2022, kami kehilangan tabung gas LPG, dan pakaian dalam,” ungkap Nani, Mahasiswi Jurusan Ilmu Hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji, kepada koranperbatasan.com Sabtu, 10 September 2022 malam.

Kejadian itu, membuat Nani bersama teman-teman satu asramanya menjadi takut dan merasa tidak aman tinggal di asrama tersebut. Ia kuatir kehadiran orang tak dikenal yang sering muncul di tengah malam, saat mereka terlelap tidur, mengancam keselamatan.

“Kami merasa seperti sering di pantau oleh orang itu. Takutnya terjadi sesuatu tak diinginkan, kalau cuma barang-barang masih mendingan, takutnya mereka mengganggu keselamatan kami,” ujar Nani.

Selain Nani, Shelvy yang ikut bersilaturahmi bersama teman-temannya di Sekretariat koranperbatasan.com Perwakilan Tanjungpinang-Bintan, juga menyampaikan hal serupa. Shelvy berharap Pemda Natuna melalui dinas terkait dapat menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.

“Atas kejadian ini kami harap Pemda Natuna, bisa memasang CCTV, dan merehap pagar asrama, agar kami merasa aman,” cetus Shelvy, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Maritim Raja Ali Haji.



Ketua HMKN Tanjungpinang-Bintan, Dendi Ardiansyah, dan Wakil Ketua, Arfi Zukri bersama tiga perwakilan mahasiswi yang tinggal di Asrama Putri Natuna saat bersilaturahmi di Sekretariat koranperbatasan.com Perwakilan Tanjungpinag-Bintan.

Tak hanya Nani dan Shelvy, Sulis juga tergerak hati menceritakan kejadian dan kondisi terkini di Asrama Putri Natuna yang menjadi tempat mereka berteduh selama mengenyam ilmu di bangku kuliah.

“Memang kondisi asrama memprihatinkan, ada banyak kekurangan, cuma kita mau gimana lagi. Kebetulan subuh itu, sekitar jam 3 saya terbangun dan melihat ada orang, dia kabur sempat nabrak pintu pagar. Mau saya dekati tetapi saya takut, karena saya perempuan,” tutur Sulis.

Ketua HMKN Tanjungpinang-Bintan, Dendi Ardiansyah, dan Wakil Ketua, Arfi Zukri yang ikut mendampingi perwakilan mahasiswi bersilaturahmi ke Sekretariat koranperbatasan.com Perwakilan Tanjungpinang-Bintan malam itu, mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada Wakil Bupati Natuna, dan Kadis Pendidkan Natuna.

Menurut Dendi, peristiwa semacam ini sudah sering terjadi di Asrama Putri Natuna. Bahkan sudah ada banyak barang-barang berharga milik mahasiswi berhasil dibawa kabur oleh orang tak dikenal.

“Sebelumnya sudah sering terjadi, kawan-kawan mengaku ada yang hilang laktop, hp dan barang-barang berharga lainnya. Sudah kita sampaikan ke Pak Wabup dan Pak Kadis, cuma belum ada respon,” pungkas Dendi.

Sementara, Arfi Zukri memastikan kejadian tersebut telah dilaporkan mahasiswi kepada Ketua RT setempat.

“Sudah disampaikan ke RT setempat dan RT sudah meninjau lokasi,” tambah Arfi.

Terpisah, Marlina, Ketua RT setempat membenarkan bahwa dirinya pernah menerima laporan dari mahasiswi yang mendiami Asrama Putri Natuna.

“Iya benar, meraka sudah lapor ke saya, dan saya pergi ke TKP, kemudian saya melaporkan ke Babinkantibmas,” terang Marlina, melalui pesan WhatsApp, Minggu, 11 Sepetember 2022 malam.

Kata Marlina, kondisi Asrama Putri Natuna terbilang layak untuk ditempati oleh mahasiswi. Hanya saja para mahasiswi perlu meningkatkan kewaspadaannya agar terhindar dari sesuatu tak diinginkan terjadi.

“Kondisi mess mereka layak, hanya saja mereka harus lebih waspada lagi. Sebelum tidur atau akan meninggalkan rumah, pastikan pintu terkunci dengan baik,” tegas Marlina.

Marlina pun mengakui bahwa tingkat pengamanan diwilayahnya masih belum maksimal. Sampai saat ini, wilayah yang dipimpinnya belum memiliki pos jaga.

“Wilayah kami memang belum ada Pos Kamling. Untuk keamanan warga sekitar, mudah-mudahan kedepan kami bisa mengaktifkan Pos Kamling,” harapnya. (KP).


Laporan : Deny Jebat