Hampir Roboh, Jalan Pelantar Rakyat Ni’amah Tanggungjawab Siapa?

oleh -549 views
Kondisi terkini Jalan Pelantar Rakyat Ni'amah

NATUNA (KP) – Kondisi Jalan Pelantar Rakyat Ni’amah di Keluarah Sedanau Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri terlihat sudah tidak lagi bisa dilewati oleh warga. Meski hampir ambruk warga sekitar tetap saja menggunakan jalan tersebut sebagai laluan sehari-hari.

Pantauan koranperbatasan.com Selasa, 13 April 2021 bagian atas pelantar tampak renggang beberapa keping papan hilang. Papan lantai pelantar yang masih ada juga terlihat lapuk bahkan hampir ambruk.

Lurah Sedanau, Mukhrizal ketika diminta keterangan terkait kondisi Jalan Pelantar Ni’amah yang meprihatinkan itu mengaku sudah mengetahui dan telah mengusulkan pembangunannya dalam musrenbang tingkat kecamatan.

Kata Mukhrizal usulan tersebut sudah disampaikan sejak tahun 2017 dan 2018 lalu, pihaknya bahkan sempat meminta bantuan kepada para wakil rakyat agar jalan pelantar itu dapat segera diperbaiki, sayangnya terbentur kewenangan.

“Saya juga sambil ngelobi ke dewan – dewan untuk diprioritaskan jalan ini, karena jalan ini dibuat menggunakan angaran provinsi bukan kabupaten. Jadi kabupaten mau masukan ragu,” katanya menjawab koranperbatasan.com Rabu, 14 April 2021 di ruang dinasnya.

Keinginan kuat untuk memperbaiki pelantar itu membuat Mukhrizal selaku Lurah Sedanau sempat memploting sebesar Rp 300 juta anggaran kelurahan sayangnya mendapat teguran oleh bagian keuangan karena bukan kewenangan.



“Pernah waktu itu dari dana kelurahan sudah saya masukan sebesar Rp 300 juta khusus untuk membantu pembangunan Jalan Pelantar Rakyat Ni’amah. Sekali tanya ke BPKAD ternyata tidak boleh. Karena jalan yang sudah di bangun oleh pemerintah baik kabupaten atau provinsi, pihak kelurahan tidak boleh lagi,” terangnya.

Terkecuali lanjut Mukhrizal, Pemerintah Kelurahan Sedanau meminta izin mengambil alih mengelola langsung dan bertangungjawab penuh kemudian pemerintah baik kabupaten maupun provinsi tidak lagi bertanggungjawab atas jalan tersebut.

“Jadi rumit kerjanya, apa lagi saya masih baru, ketika tahu seperti itu saya tidak berani makanya tidak jadi,” ungkapnya.

Menurut Mukhrizal pada tahun ini pihaknya kembali melobi instansi terkait dan pihak-pihak berkompeten seperti Anggota DPRD Natuna yang berasal dari daerah pemilihan tersebut.

“Untuk tahun 2020 anggaran tahun 2021 saya sudah ngelobi juga. Kalau tidak salah kemarin dari dewan kita Pak Eki pernah minta tolong prioritaskan pelantar tersebut. Jadi sudah kita usahakan, apakah akan direalisasikan tahun 2021 ini, kita belum tahu pasti,” jelasnya.

Mukhrizal mengakui kondisi Jalan Pelantar Rakyat Ni’amah memang sudah begitu parah, namun dirinya tak bisa berbuat banyak.

“Saya lihat memang parah juga jalan itu, tapi mau gimana lagi. Sebetulnya memang perlu juga dukungan dari semua pihak termasuk kawan-kawan media membantu kami melobi memajukan daerah ini. Seperti masyarakat yang kenal dengan dewan-dewan, usahakan juga untuk kemajuan kampung,” imbuhnya.

Sebab kata Mukhrizal jika hanya mengandalkan pemerintah kelurahan takutnya proses realisasi memakan waktu lama sementara kondisi jalan tersebut sudah hampir roboh.

“Kami menjalankan sesuai aturan yang ada, sudah kami ajukan tidak tembus-tembus, setiap tahun sudah kami ajukan. Untuk ngelobi-ngelobi kalau bisa kita jangan sendiri, biar pembangunan di daerah kita lancar. Jangan terfokus pada pemerintah kelurahan atau kecamatan saja,” pungkasnya. (KP).


Laporan : Johan Narjo