Dokumen Harus Diarsipkan Dengan Baik, Ir. Basri: Arsip Bukan Gudang

oleh -304 views
Ir. Basri, M.Si, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna, memberi keterangan kepada dua wartawan koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Senin, 05 Juli 2021.

NATUNA – Keberadaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dinilai sangat penting pada suatu daerah. Selain sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga merupakan sebuah Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) yang mempengaruhi kemajuan suatu daerah.

“Perpustakaan itu mencerdaskan kehidupan bangsa dan arsip itu menyelamatkan aset bangsa,” sebut Ir. Basri, M.Si selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna, kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Senin, 05 Juli 2021.

Menurut Basri, pentingnya keberadaan Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan karena menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan dua peran. Pertama, perpustakaan merupakan sub bidang pendidikan yang memiliki kewajiban sebagai pelayanan dasar. Memberikan literasi sebagai jalan menguasai ilmu pengetahuan, memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA), serta menciptakan barang dan jasa untuk kesejahteraan manusia.

“Kearsipan itu termasuk dalam reformasi birokrasi, salah satu penilaian terhadap kearsipan suatu daerah dimana sebagai bentuk pertanggungjawaban,” terang Basri.

Misalnya lanjut Basri, seperti APBD, APBN lewat tahun anggaran itu menjadi dokumen. Dokumen inilah yang harus diarsipkan dengan baik sesuai dengan kaedah kearsipan.

“Makanya kalau kelola administrasinya jelek, tidak akan pernah daerah itu dianggap maju,” pungkasnya.

Ir. Basri, M.Si, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna, poto bersama dengan dua wartawan koranperbatasan.com di ruang dinasnya setelah memberi keterangan seputar kearsipan di suatu daerah.

Menurut Basri, bahkan saking pentingnya baik perpustakaan maupun kearsipan, Indonesia memiliki dua lembaga tinggi yaitu Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).



“Arsip itu ada standard tempat penyimpanannya, bukan gudang. Untuk bangun gedungnya saja tidak rawan rayap maupun banjir, bahkan jauh dari pemukiman umum mengantisipasi terjadinya kebakaran. Arsip itu pasti ada ruangan yang anti api untuk menyimpan dokumen-dokumen strategis milik daearah. Makanya diklat-diklat kabupaten/kota itu arsipnya sudah bagus,” imbuhnya.

Kata Basri, dalam upaya perluasan pelayanan sesuai dengan karakteristik Kabupaten Natuna yang merupakan daerah kepulauan, memiliki 154 pulau 27 nya berpenghuni terdiri dari 15 kecamatan, 70 desa dan 6 kelurahan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna sudah memiliki 8 perpustakaan di kecamatan.

“Kita siapkan sarana dan prasarana yang ada di kecamatan, bukan punya kecamatan. Lebih jelasnya perpustakaan daerah tetapi berada di kecamatan. Kita punya buku kurang lebih 13.000, itulah aset yang kita miliki. Kita juga punya buku digital ofline yang ada di dinas maupun online yang bisa didapatkan melalui play store namanya ePusda Natuna,” terangnya.

Dalam hal ini, Basri berharap adanya dukungan dari semua pihak untuk mendorong anak-anak daerah agar bisa menjadi profit centre. “Ibarat kata, buku baru adalah buku yang belum pernah dibaca,” tutupnya. (KP).


Laporan : Johan