Desa Sebadai Hulu “Tantang“ Pemda Kembangkan Sektor Pertanian dan Perkebunan

oleh -382 views
Aktifitas masyarakat di Desa Sebadai Hulu pada salah satu kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan.

NATUNA – Hampir setiap rumah warga dan jalan lingkar di Desa Sebadai Hulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut tumbuh pohon durian dan rambutan. Menujukan daerah yang jauh dari perkotaan itu, layak dijadikan desa pertanian dan perkebunan.

Menurut Darmawan, Kepala Desa Sebadai Hulu, pengembangan sektor pertanian dan perkebunan memang sudah sejak dulu menjadi dambaan warganya.

“Layak dikembangkan adalah pertanian dan perkebunan. Warga kita memang banyak berkebun. Cocok untuk dikembangkan adalah jagung, dan karet,” sebutnya kepada koranperbatasan.com di kediamannya, Jum’at 23 Juli 2021.

Kata Darmawan, selain itu, padi juga termasuk salah satu jenis tanaman yang layak dikembangkan. Selain dapat mengangkat ekonomi, padi juga salah satu makanan pokok sehar-hari.

Potret aktifitas pengerukan salah satu Sungai di Desa Sebadai Hulu Kecamatan Bunguran Timur Laut, antisipasi terjadinya banjir sekaligus aktifitas pembukaan lahan pertanian warga.

“Kalau durian di sini hampir merata tetapi yang paling layak adalah jagung. Kalau jagung masyarakat kita senang setiap tiga bulan bisa panen. Cuma masyarakat jadi kurang berminat karena pupuknya susah dan mahal. Rata-rata mereka mengeluh tentang pupuk,” ungkapnya.

Darmawan memastikan jika pemerintah bersedia membantu kesiapan pupuk dan bibit, pihaknya akan menyiapkan lahan.

“Kalau lahan Alhamdulillah kita Sebadai Hulu banyak yang masih kosong. Kalau pemerintah bersedia membantu, kami siapkan lahannya. Kami dari desa mengharapkan pemerintah tolong bantu pupuk dan bibit,” ujarnya.



Lebih jauh dijelaskannya, kesiapan lahan tidak perlu diragukan jika pemerintah berkeinginan menjadikan daerahnya desa percontohan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.

“Masyarakat Sebadai Hulu ini semunya punya lahan, jadi lahan tidak ada masaalah. Keluhan masyarakat adalah kesiapan pupuk dengan bibit, cuma itu. Dulu kami pernah bicarakan masalah pupuk dengan dinas pertanian dan perkebunan tetapi belum terealisasikan,” pungkasnya. (KP).


Laporan : Hairil