Ir. Fachrizal : “Saya Siap Meninggalkan Posisi itu, Demi Menuju Anambas Lawa”

oleh -324 views
Bakal-Calon-Bupati-Ir.-Fachrizal-Ical-Long-Enon-dan-Bakal-Calon-Wakil-Bupati-Johari-yang-menyebut-dirinya-IJO-Ical-Johari-secara-resmi-mengumumkan-siap-maju-Pilkada-Anambas-2020

ANAMBAS (KP),- Tim relawan Bakal Calon Bupati, Ir. Fachrizal (Ical Long Enon) dan Bakal Calon Wakil Bupati, Johari, yang menyebut dirinya (IJO) Ical-Johari secara resmi mengumumkan bahwa telah terpenuhinya batas minimum persyaratan perseorangan untuk maju di Pilkada Anambas 2020 mendatang.

Pengumuman itu disampaikan melalui konferensi pers kepada sejumlah wartawan di Posko Komando Anambas Lawa, Jum’at, 29 Nopember 2019. Dalam konferensi yang dihadiri oleh kedua kandidat ini, menyampaikan pihaknya telah mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang disertai Form B1-KWK dan telah diverifikasi sebanyak 3423. Jumlah tersebut telah cukup untuk maju sebagai calon independen di Pilkada Kabupaten Kepulauan Anambas 2020 mendatang.



Dukungan Formulir B1-KWK ini diperoleh dari Kecamatan Palmatak, Siantan Tengah, Siantan Timur, Siantan, Jemaja dan Jemaja Timur. Konferensi Pers juga disertai penyampaian Visi dan Misi kedua kandidat. Hal yang menjadi perhatian kedua kandidat dalam kesempatan itu yakni belum maksimalnya pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia selama kurun waktu 11 tahun berdirinya Kabupaten Kepulauan Anambas. Untuk itu kedua kandidat yang berasal dari kalangan profesional ini memantapkan diri maju di Pilkada Anambas.

Ir. Fachrizal mengatakan, langkahnya maju di Pilakada Anambas dengan jargon menuju Anambas Lawa merupakan bentuk keprihatinannya dalam beberpaa pelayanan publik yang dianggapnya belum maksimal.

“Saat ini saya masih aktif sebagai General Manager di perusahaan Pertamina dan masih menjabat sebagai direktur operasional perusahaan minyak di Myamnar. Saya pensiun 7 tahun lagi. Saya memutuskan untuk siap meninggalkan posisi itu, demi menuju Anambas Lawa,” sebut dia.

Ia juga mengkritik kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas yang terkesan lamban dan tidak terarah. “Coba kawan-kawan pers cek nanti pelayanan kesehatan di beberapa rumah sakit, masih banyak dikeluhkan warga. Bayangkan saja, untuk operasi cesar saja masyarakat masih memilih untuk rujuk ke luar daerah. Padahal, untuk melengkapi fasilitas kesehatan itu hanya membutuhkan anggaran 60 miliar saja,” cetusnya.

Menciptakan rumah sakit yang layak, meningkatkan ekonomi kemaritiman, kesejahteraan petani dan penghasilan disektor migas menjadi sekala prioritas  kedua kandidat ini.

Berbasis kaum milineal, pasangan bakal Cabup dan bakal Cawabup Ical-Johari optomis jika terpilih nantinya akan mampu mendongkrak beberapa sektor ekonomi. “Untuk mewujudkan itu kuncinya adalah komunikasi, merangkul setiap elemen masyarakat, baik pemuda, pers dan tokoh masyarakat hingga tokoh politik. Siapapun yang memliki konsep-konsep dan pokok-pokok pikiran untuk membangun, kita rangkul,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Bakal Calon Wakil Bupati, Johari, SH, CN, MSi kepada wartawan. Pria kelahiran Kecamatan, Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas ini menjelaskan pilihannya bersama Ir. Fachrizal yang mengambil langkah untuk maju Pilkada tahun 2020  melalui persyaratan perorangan merupakan langkah pertama selain tetap menerima dukungan-dukungan dari partai politik.

“Pendaftaran jalur independen di KPU, lebih dahulu dibuka ketimbang pendaftaran melalui partai. Ini sebenarnya softlanding saja, kita tidak menutup dukungan dari partai. Jika nanti jalur independen ini berhasil lolos, dan ada partai yang sejalan, kita siap bersama-sama,” jelasnya.

Pria kelahiran Jemaja yang juga berasal dari kalangan professional ini bekerja sebagai Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) di Batam dan pernah bekerja sebagai konsultan hukum di Kabupaten Meranti, Provinsi Riau. Lulusan fakultas hukum, dan menyelesaikan pendidikan strata 2 di jurusan ekonomi.

Ia juga menyinggung, saat ini hasil tangkapan nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas di ekspor ke Singapore. “Saat ini hasil tangkapan nelayan di kirim ke Tanjungpinang dan selanjutnya diekspor ke Singapore. Mereka yang mengirimkan ikan tersebut dari Taniungpinang ke Singapore mendapatkan fee 2 dollar. Seharusnya kita dari Anambas yang langsung kirim ikan-ikan itu ke Singapore,” pungkasnya. (KP).


Laporan : Azmi Aneka Putra



Memuat...