Isdianto Meminta PLN, “Tidak Boleh Memutus Listrik” di Masa Covid-19

oleh -412 views
Plt.-Gubernur-Kepulauan-Riau-H.-Isdianto-saat-bersama-manajer-UP3-PLN-Tanjungpinang-di-ruang-kerjanya

KEPRI (KP),- Terkait maraknya informasi yang beredar, mengenai akan adanya pemutusan listrik bagi pelanggan yang menunggak. Dalam hal ini, Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto meminta langsung kepada manajer UP3 PLN Tanjungpinang, Suharno. Untuk tidak melakukan pemutusan aliran listrik, bagi pelanggannya yang nunggak selama masa pandemi Covid-19 ini.  Selain itu Isdianto, juga meminta keringanan seperti kebijakan membayar dengan cara nyicil bagi yang tagihannya terlalu besar.

Adapun yang terpenting, Isdianto meminta agar pihak pln lebih transparan dalam menghitung tagihan para pelanggannya. Sehingga tidak sampai menimbulkan keresahan ditengah masyarakat. Ditakutkan memancing masyarakat bertindak kurang percaya dan anarkis nantinya.

“Saya amati beberapa hari ini beritanya tentang PLN terus. Dan semuanya aduan masyarakat tentang tagihan yang membengkak. Coba jelaskan kepada masyarakat, apakah itu bisa dipertanggungjawabkan atau tidak,” kata Isdianto saat menerima audiensi pihak pln, Rabu, (10/6/2020) di ruang kerjannya, Dompak, Tanjungpinang.

Mendengar alasan pihak pln, yang mengatakan jika kenaikan tagihan merupakan perintah dari pusat. Isdianto menegaskan jika alasanya seperti itu, kurang bisa diterima oleh masyarakat. Karena belum pernah ada sosialisasi dan sebagainya, dilakukan oleh pihak pln  terkait kenaikan tagihan.

Oleh sebab itu, Isdianto meminta agar pihak pln segera melakukan sosialisasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Selanjutnya dengan tegas Isdianto, meminta agar kenaikan tagihan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh pln terhadap pelanggannya, termasuk menyangkut rumah kosong yang tetap ditagih pembayaran agar dikembalikan kepada masyarakat.

“Saya minta, jika ada rumah kosong dan tetap tertagih agar dikembalikan. Kemudian harapan saya dimasa covid-19 ini, walaupun masyarakat telat membayar, tidak ada pemutusan oleh pln. Jika ada yang tagihannya terlalu besar supaya bisa dicicil. Intinya marilah kita jaga kondusifitas daerah kita ini, berikan pelayanan yang baik dan jangan menimbulkan keresahan ditengah masyarakat,” ujar Isdianto.

Mendengar arahan Plt. Gubernur ini, manajer UP3 PLN Tanjungpinang, yang didampingi beberapa stafnya mengangguk menyetujuinya. Suharno juga mengaku sedang bersiap untuk melakukan sosialisasi seluas-luasnya. Terkait kenaikan tagihan rekening listrik bagi pelanggannya. Dan sudah membuka posko pengaduan untuk hal ini. “Langkah kami selanjutnya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat pak. Dan kita juga sudah membuka posko pengaduan saat ini,” kata Suharno.



Tampak hadir mendampingi Plt. Gubernur diantaranya, Asisten I Raja Ariza, Asisten II Syamsul Bahrum dan jajaran kepala OPD terkait. Raja Ariza dalam kesempatan ini, juga meminta kepada pihak pln. Agar kantor pemerintahan yang ada di Tanjungpinang tidak sampai mengalami pemadaman, karena sangat berpengaruh dengan kinerja pegawai.

Menyangkut kebutuhan beban daya sebesar 75 MW di Tanjungpinang dan Bintan, sementara pihak pln hanya memiliki cadangan daya sebesar 25 MW. Hal ini menurut Raja Ariza, agar mendapatkan perhatian secara khusus. “PLN harus memiliki beckup yang cukup. Usahakan kalau bisa listrik di kantor Pemerintahan jangan sampai mati,”  pinta Ariza. (KP/Aman).


Kontributor : Humas Kepri 


 


Memuat...