Ketua BPH dan Sekretaris Pekon Sinar Saudara Lempar Batu Sembunyi Tangan

oleh -186 views

TANGGAMUS  (KP) – Anggaran operasional tidak dianggarkan, Badan Hippun Pemekonan (BHP) harus swadaya saat mengadakan rapat di Pekon Sinar Saudara Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Pemerintah Pekon Sinar Saudara di tahun 2020 kemarin tidak menganggarkan biaya operasional BHP, sehingga saat akan menyelenggarakan rapat atau musyawarah pihak BHP harus mengeluarkan dana dari kocek pribadi yang sifatnya iuran.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua BHP, Mulki saat diwawancara bahwa pihaknya selalu swadaya saat akan mengadakan rapat untuk membeli snack dan air mineral.

“Kalau insentif atau honorer alhamdulillah ada, kalau untuk tunjangan alhamdulillah gak ada dan kalau ada rapat musdus dan musdes itu gak dianggarkan dari dana desa kita swadaya atau iuran,” terangnya, Jum’at (19/2/21).

Lebih lanjut Mulki menambahkan bahwa untuk kebutuhan Alat Tulis Kantor (ATK), pihaknya tidak pernah menerima dari pemerintah pekon. “Untuk ATK segala macem gak ada dari pekon,” imbuhnya.

Tidak hanya biaya rapat dan musyawarah BHP yang swadaya, melainkan untuk biaya operasional ambulance pun swadaya, bahkan untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) nya pun swadaya.

“Tadinya sih ada supirnya, disini supir banyak, jadi kalau mau bawa ambulancenya, ya warga bawa sendiri, untuk bensin isi sendiri, kalau ada kerusakan didandan sendiri, ya harus tanggungjawab, jadi anggaran untuk ambulan itu tidak ada,” tandasnya.



Sementara saat dikonfirmasi ke Pemerintah Pekon, Sekretaris Pekon Sinar Saudara, Samsuddin menyangkal tudingan BHP, terkait tidak adanya anggaran operasional BHP tersebut.

“Itu gak bener, itu ada anggarannya, udah kami realisasikan, untuk operasional BHP udah saya berikan, silahkan konfirmasi lagi ke BHP, mungkin yang dimaksud BHP itu kalau setiap musyawarah di masjid” bebernya, Rabu (24/2/21).

Selain itu, Samsuddin menjelaskan bahwa operasional ambulan seperti BBM telah dianggarkan, gaji supir udah kami bayarkan.

“Untuk operasional ambulance kami anggarkan, supaya masyarakat tidak dibebankan, seperti bensin udah ada anggarannya, tahun kemaren sebesar Rp 9 juta untuk bensin dan perawatannya,” pungkasnya. (KP).


Laporan : Arzal