Bidang Aset BPKD “Alergi” Jelaskan Pengadaan Mobil Ambulance RSUD Batin Mangunang

oleh -453 views

TANGGAMUS (KP) – Staf Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Tanggamus bungkam saat dimintai keterangan terkait pengadaan mobil ambulance Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus tahun anggaran 2020 lalu.

Staf Bidang Aset BPKD Kabupaten Tanggamus yang mengaku bernama Lena, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tidak berwenang untuk menjelaskan pengadaan mobil ambulance RSUD Batin Mangunang.

“Yang punya wewenang untuk memberikan data itu adalah OPD tersebut, kalau aset disini sifatnya hanya data, dan data itu belum tentu valid. Pengadaan itu, mereka mengajukan dulu, belum tentu pengajuan itu dibelanjakan semua oleh mereka,” ucapnya kepada koranperbatasan.com, Kamis, 03 Juni 2021.

Lena kembali menegaskan pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan terkait aset dan pengadaan ambulance tersebut melainkan pihaknya hanya bisa memberikan penjelasan secara keseluruhan jumlah ambulance yang ada di Kabupaten Tanggamus, dan itu harus direkap terlebih dahulu.

“Yang lebih valid itu ke OPD-nya, walaupun pengajuan mereka disini, karena aset disini sifatnya permohonan pencatatan aset. Jadi bisa dibilang yang punya data valid itu dan yang berwenang memberikan data itu adalah OPD-nya, kami hanya bisa memberikan jumlah ambulance secara global dan itu harus kami rekap dulu,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Jaringan Rakyat (Jarak) Kabupaten Tanggamus, Supriansyah menilai sangat lucu atas jawaban dari pihak pengelola aset di BPKD Kabupaten Tanggamus, seolah ada yang ditutup-tutupi terkait persoalan pengadaan mobil ambulance di RSUD Batin Mangunang tahun anggaran 2020 lalu.

“Ini lucu memang, pihak pengelola aset Kabupaten Tanggamus mengatakan data tidak valid, loh kok bisa, terus pendataan selama ini bagaimana?, mereka bersedia memberikan data ambulance secara global, sedangkan yang khusus RSUD Batin Mangunang mereka enggan, padahal sebelum global ada rincian dari OPD, ambulan Rumah Sakit, terkait, Dinas Kesehatan ataupun dari Puskesmas, ada apa dan kenapa ini, semua kok macam lelucon dan terkesan menutup-nutupi,” ujarnya.



Suprian mengungkapkan mobil ambulance yang ada di RSUD Batin Mangunang tahun anggaran 2020 tidak masuk akal, maka dari itu pihaknya akan terus berusaha mengungkap dugaan kebohongan yang senghaja ditutup-tutupi.

“Padahal sangat tidak masuk akal, di body mobil ambulance tertulis DAK 2020, sementara plat nomor Polisinya tertera 10.17  berarti bulan 10 tahun 2017, jadi mobil itu dibelikan oleh pihak rumah sakit diduga mobil bekas dong, dan kami tidak akan berhenti untuk mencari kebenarannya,” ungkapnya geram. (KP).


Laporan : Arzal