Habiskan Waktu di Kebun, Desa Sebadai Hulu Aman Dari Serbuan Covid-19

oleh -327 views
Antusias masyarakat di Desa Sebadai Hulu mengikuti jalannya kegiatan vaksinasi masal.

NATUNA – Desa Sebadai Hulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna mengusulkan sebanyak 8 persen dari Rp 870 juta lebih Dana Desa (DD) untuk penanganan Covid-19 pada tahun 2021 ini.

Jumlah nominal yang jika dirupiahkan mencapai sekitar Rp 30 juta lebih tersebut rencananya akan dipergunakan untuk berbagai kebutuhan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kalau 8 persen itu rencana kita untuk pengadaan masker, hand sanitizer, dan persiapan karantina jika ada yang terkena covid,” sebut Darmawan, Kepala Desa Sebadai Hulu, kepada koranperbatasan.com dikediamannya Jum’at 23 Juli 2021.

Mengenai usulan tersebut Darmawan mengaku sudah membicarakannya bersama seluruh perangkat desa.

“Kami sudah koordinasi dengan semua aparat desa, dengan masyarakat juga sudah kita sampaikan. Jadi ada aturannya, 8 persen itu sudah dianjurkan oleh pemerintah harus disiapkan untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Khusus anggaran untuk karantina bagi warga yang terpapar penyakit berbahaya tersebut, jika tidak dipergunakan akan dimasukan dalam silpa.

“DD kita sekitar 870 lebih juta. Kalau tidak salah saya dari 8 persen itu jumlahnya 30 juta lebih. Kalau ada yang sakit akan kita pergunakan, kalau tidak ada maka akan kita silpa-kan,” tuturnya.



Potret salah satu aktifitas masyarakat di Desa Sebadai Hulu pada salah satu kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan.

Menurut Darmawa, letak desa yang jauh dengan perkotaan (keramaian-red) dan keberadaan rumah-rumah yang berjarak serta kesibukan warganya di kebun membuat daerahnya terbebas dari serbuat Covid-19.

“Kalau di desa kita mungkin karena masyarakat jarang keluar. Kebanyakan mereka habiskan waktu di sekitar desa ini saja. Kemudian masyarakat kita juga sudah 170 orang yang divaksin. Alhamdulillah sampai hari ini belum ada yang terpapar,” pungkasnya.

Sebagai Kades, Darmawan berharap masyarakatnya terbebas dari virus mematikan tersebut. Oleh karena itu, Ia meminta agar warganya tidak berpergian jika tidak ada keperluan yang mendesak.

“Kepada masayarakat kalau bisa jangan ke Ranai dulu kalau tidak ada kepentingan yang mendesak. Mari kita jaga lingkungan agar tetap sehat, dan bersama kita terapkan prokes,” tutupnya. (KP).


Laporan : Johan