Tidak Dilestarikan, Lambat Laun Beragam Kuliner Natuna Akan Hilang

oleh -330 views
Pacak salah satu kuliner khas Natuna, proses pematangannya dilakukan dengan pengasapan.

NATUNA – Dengan berbagai inovasi kekinian terkhususnya kuliner membuat banyak makanan tradisional hampir punah dan sulit di cari. Sebelum benar-benar punah, sesekali cobalah cicipi kuliner berikut yang berasal dari Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Natuna memiliki jenis kuliner yang beragam, salah satunya pacak. Pacak umumnya hanya disajikan pada saat tertentu seperti hajatan pernikahan dan Hari Raya Idul Adha. Pacak hampir menyerupai sate, dimana proses pematangannya dilakukan dengan pengasapan.

“Pacak itu dibuat khusus dari daging maupun lemak sapi. Kalau daging lain seperti ayam dan kambing itu sate. Dari segi bumbu pun berbeda,” sebut Edi kepada koranperbatasan.com di Batu Kapal, Selasa, 27 Juli 2021.

Edi, warga Natuna yang menyukai makanan jenis Pancak.

Menurut Edi, makanan tradisional yang ditusuk menggunakan rautan bambu itu memiliki keunikan dan ciri khas. Biasanya sebelum selesai pemotongan sapi pada saat hajatan pernikahan, masyarakat setempat sudah siap menyisihkan daging untuk dibuat pacak.

“Tidak hanya itu, daging kurban yang dibagikan pada saat Hari Raya Idul Adha juga disisihkan untuk pacak,” terangnya.

Edi berharap, makanan tradisional yang pengasapannya lebih kurang 30 menit itu tetap dilestarikan. Agar tidak terpinggirkan oleh perkembangan kuliner yang sangat pesat.

“Khusus pacak harus dilanjutkan sampai anak cucu kita. Kadang-kadang anak cucu kita bilang pacak saja tidak tau. Lambat laun kalau tidak dilestarikan akan hilang,” tutupnya. (KP).




Laporan : Johan