Yusnedi: Tak Masuk Akal Jaringan Internet Jadi Penyebab Natuna Tak Bisa Ikut STQH

oleh -423 views
Supervisor Plasa Telkom Ranai, Yusnedi mengungkapkan rasa kecewanya kepada awak media terkait jaringan internet di Kedai Kopi Ayong, Ranai, Natuna, Kamis 29 Juli 2021.

NATUNA – Supervisor Plasa Telkom Ranai, Yusnedi merasa keberatan, jika leletnya jaringan internet menjadi penyebab utama sehingga Natuna tidak bisa mengikuti Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Ke-IX tahun 2021 secara virtual.

Alasan tersebut menurutnya tidak masuk akal dan sangat merugikan pihaknya sebagai penyedia layanan internet di Kabupaten Natuna.

“Secara garis besarnya para penyedia provider merasa tersinggung. Memang secara materi tidak dirugikan, tetapi secara mental kami merasa terpukul, seolah-oleh kami tidak bisa menyedikan kapasitas jaringan internet di Natuna,” pungkas Edy panggilan akrab Yusnedi kepada awak media di Kedai Kopi Ayong, Ranai, Kamis 29 Juli 2021.

Kata Edy meskipun Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, tidak menggunakan jaringan internet Telkom namun bukan berarti Natuna tidak memiliki jaringan internet yang memadai. Apalagi hanya sebatas untuk mengikuti kegiatan STQ secara virtual.

“Memang Pemda Natuna tidak ada kontrak dengan Telkom, mereka menggunakan Moratel salah satu perusahaan penyedia akses jaringan. Tapi bukan berarti Natuna tidak memiliki kapasitas jaringan internet memadai,” sebutnya.

Terkait jaringan internet, Edy memastikan sejauh ini pemerintah daerah tidak ada berkoordinasi dengan para provider-provider terkait kesiapan jaringan internet di Natuna.

“Jangan tiba-tiba bilang internet tidak memadai, coba koordinasikan dulu kira-kira sanggup tidak provider menyediakan sarana untuk mengikuti kegiatan STQH secara virtual. Malahan kalau mereka minta sesuai kuota bandwidth yang ada berapapun akan kita kasih,” tegasnya.



Seharusnya lanjut Edy, pemerintah daerah terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak operator menanyakan kesiapan mereka untuk menyediakan jaringan yang bagus untuk kegiatan tersebut.

“Tidak adanya koordinasi dengan pihak kami, sehingga mungkin mereka tidak tahu kalau kami siap mensupport terlaksanya STQH itu,” ungkapnya.

Menurut Edy, sampai saat ini jaringan Telkom di Kabupaten Natuna terbilang bagus bahkan mampu. Oleh karena itu, Ia berharap kedepan ada koordinasi yang baik antara pihak pemkab dengan para provider.

“Jangan ada prasangka yang lain, saat ini masyarakat menilai internet di Natuna lemah, gara-gara pernyataan itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Kepri, H. Ansar Ahmad menyebut STQH IX hanya diikuti oleh enam kabupaten/kota. Satu kabupaten tidak dapat mengikuti gawai tersebut karena belum memiliki jaringan internet memadai.

“Natuna dalam masalah pandemi Covid-19 serta tidak didukung perangkat teknologi dan sinyal memadai untuk mengikuti proses STQH secara virtual,” terang Ansar usai membuka secara resmi kegiatan STQH di Aula Wan Seri Beni, Tanjungpinang, Selasa, 27 Juli 2021. (KP).


Laporan : Hairil