Diharapkan Terus Berlanjut, Kegiatan Mitigasi Bencana Damkar Natuna Peroleh Banyak Pujian

oleh -258 views
Syawal, SE, Kadis Damkar Kabupaten Natuna, saat sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana di salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Natuna, Kamis, 09 September 2021.

NATUNA – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana pada lembaga atau satuan pendidikan dengan puncak tema “Gejala Alam”, Kamis, 09 September 2021.

Kegiatan diawali dengan sub tema “Bencana Angin Puting Beliung” berlangsung di TK Islam Terpadu Padang Kemangi, Padang Kurak, dan Kelurahan Bandarsyah, serta Kecamatan Bunguran Timur, bertujuan agar anak-anak siap siaga menghadapi situasi ketika terjadi bencana.

“Untuk saat ini sasarannya anak-anak di TK Islam Terpadu Padang Kemangi, insya allah nanti akan dilaksanakan di TK Pembina, dan TK Pertiwi, serta TK-TK lainnya termasuk PAUD yang ada di Kabupaten Natuna,” sebut Syawal, SE selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna.

Dikatakan Syawal, menimbang Kabupaten Natuna merupakan daerah maritim kepulauan, maka rencananya pengurus organisasi guru TK dan PAUD yang berada di setiap kecamatan akan di undang ke kabupaten untuk dapat diberikan materi serta pelatihan.

“Misalnya, pengurus organisasi guru TK di Kecamatan Serasan, kita undang ke Ranai, nanti mereka akan menyampaikan ke sekolah-sekolah, itu jika kita terbatas dengan anggaran. Tetapi jika anggaran memungkinkan, maka kita turunkan tim dari kabupaten melaksanakan sosialisasi dan simulasi di setiap kecamatan,” katanya.

Kepala dan Pengurus TK Islam Terpadu Padang Kemangi beserta muridnya, poto bersama Kadis Damkar Natuna yang saat itu terlihat didampingi oleh beberapa anggota tim sosialisasi mitigasi bencana.

Syawal menjelaskan, sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana tidak hanya dilaksanakan untuk TK dan PAUD. Tetapi rencananya juga akan menyeluruh disatuan pendidikan baik tingkat SLTP dan SLTA, bahkan termasuk dalam lapisan masyarakat secara bertahap.

“Setelah kita melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, nanti mereka akan memasukan dalam susunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kita kemarin menyarankan sebulan dilaksanakan dua kali sosialisasi dan simulasi untuk penanggulangan bencana, khususnya mitigasi,” terangnya.



Khusus masyarakat lanjut Syawal, sosialisasi mitigasi bencana akan dilaksanakan melalui desa-desa, dan untuk perguruan tinggi sudah termasuk dalam lapisan masyarakat.

“Nanti sumber anggarannya kita masukan dalam APBD Kabupaten Natuna. Insya Allah akan kita lakukan dengan ada komitmen dari pemerintah daerah, bahwa mitigasi bencana ini perlu dilakukan, tahun 2022 nanti, ini sudah harus berjalan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sesi Pembinaan Anak Usia Dini, Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Sulaiman, S.Pd, MM mengatakan prinsip dari satuan pendidikan anak usia dini adalah anak-anak terlindungi secara aman. Baik itu perlindungan dari hal-hal yang merusak masa depan anak maupun bencana alam.

“Terima kasih kepada Dinas Pemadam Kebakaran, telah mendukung proses pendidikan anak usia dini. Holistik integratif, dimana didalamnya ada perlindungan, secara dini sudah diperkenalkan dengan kemungkinan terjadi bencana, maka diharapkan anak-anak memiliki sikap. Apa bila ini benar-benar terjadi, maka sudah tahu apa yang harus dilakukan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Padang Kemangi, Ahmad Zaini saat dimintai tanggapan terkait sosilisai dan sumulasi yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran.

“Terima kasih kepada Damkar, karena TK Islam Terpadu Padang Kemangi menjadi tempat kunjungan perdana untuk dilakukan sosialisasi dan simulasi. Harapan kami, mudahan-mudahan anak-anak bisa paham tentang alam dan lingkungannya,” ujar Ahmad Zaini.

Begitu pula dengan Kepala TK Islam Terpadu Padang Kemangi, Hotijah, S.Pd.I mengatakan, kegiatan sosialisi dan simulasi mitigasi bencana sangat penting dilaksanakan, karena anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita tetapi sampai dewasa akan ingat apa yang telah  dipelajari maupun dipraktekkan.

“Misalnya ada kejadian bencana, mereka selalu ingat sembunyinya di mana. Kemudian mereka harus kemana, seperti itu diajarkan. Sangat bagus dan luar biasa,” pungkasnya.

Suasana saat Kepala TK Islam Terpadu Padang Kemangi, Hotijah, S.Pd.I menyampaikan sosialisi dan simulasi mitigasi bencana kepada anak-anak didiknya.

Menurut Hotijah, dengan adanya sosialisasi dan simulasi bisa menambah wawasan terhadap anak-anak. Di dalam kurikulum, dituangkan bahwa anak-anak harus praktek langsung sesuai dengan tema pada hari itu.

“Saya berharap kedepan sosialisasi dan simulasi akan diterapkan kembali dengan tema-tema yang lain sepeti kebakaran, dan banjir,” cetusnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Bandarsyah, Suhardi, SE mengapresiasi atas inovasi baru yang diluncurkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Dimana sosialisi dan simulasi mitigasi bencana dinilai sangat perlu untuk ditanamkan pada anak di usia dini.

“Paling tidak, menanam ilmu kepada anak usia dini, lebih dapat bertahan lama dibandingkan kepada orang dewasa,” tuturnya.

Menurut Suhardi, kondisi Kabupaten Natuna masih sangat aman dengan bencana, namun tidak tutup kemungkinan kedepan akan terjadi bencana-bencana. Seperti halnya beberapa bencana yang sering terjadi saat ini, terutama di wilayah Kelurahan Bandrsyah berupa kebaran dan puting beliung.

“Semoga dengan adanya sosialisasi dan simulasi ini, anak-anak memahami sikap serta tindakan yang dapat dilakukan dalam menghadapi ketika terjadi bencana tersebut,” terangnya.

Athar salah satu siswa TK Islam Terpadu Padang Kemangi mengaku senang atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran.

“Kalau ada angin puting beliung, tadi kita harus keluar dan cari lapangan yang luas dan aman,” ungkapnya.

Begitu pula dengan Arinda juga mengaku senang. “Bersembunyi di bawah meja juga boleh, kemudian lari ke lapangan tempat yang luas, cari tempat yang aman, habis itu jangan lupa baca doa berlindung kepada Allah SWT,” tutupnya. (KP).


Laporan : Johan