Jokowi Mengintruksikan Seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju Tidak Terjebak Ego Sektoral

oleh -133 views
Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo

JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengintruksikan seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju tidak terjebak ego sektoral, terutama menjelang akhir tahun 2021.

“Pertama, saya minta seluruh kementerian dan lembaga agar frekuensinya sama dalam menghadapi Desember 2021. Utamakan kerja sama, dan utamakan koordinasi sehingga kelihatan memiliki frekuensi sama,” ujar Presiden Jokowi di Kantor Presiden Jakarta, Senin (22/11/2021).

Jokowi juga mengingatkan ada bahaya besar mengancam di depan mata, mengingat kasus Covid-19 di Eropa sedang melonjak.

“Sebentar lagi masuk libur Natal dan Tahun Baru 2022, saat ini kasus Covid-19 di Eropa semuanya naik,” katanya.

Presiden menilai komunikasi penting, sebab ada beberapa pihak yang menolak pemberlakuan PPKM level 3 pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022 karena menginginkan situasi menjadi normal kembali.

“Harus ingat, apa pun, utamanya pariwisata di Bali memang terdampak paling dalam, tetapi perlu dijelaskan apabila situasi tidak terkendali justru akan memukul balik ekonomi dan pariwisata. Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah 150 ‘meeting’ yang ada di G20. Oleh sebab itu, saya minta intervensi di lapangan benar-benar terus dilakukan satgas terhadap ‘event-event’ yang ada,” tegas dia.

Diharapkan para gubernur, bupati dan wali kota ikut menyeimbangkan gas dan rem sehingga dapat mempertahankan momentum perekonomian untuk tumbuh positif.



“Pada kuartal II tumbuh 7,07 persen, di kuartal III tumbuh 3,51 persen, dan diharapkan di kuartal IV ini lebih baik dari kuartal yang ketiga,” katanya.

Di samping itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin didesak melakukan langkah antisipasi guna memastikan kesiapan rumah sakit bila terjadi lonjakan pasien selama akhir Desember 2021 dan awal Januari 2022.

“Terakhir, vaksinasi agar target yang diberikan 70 persen pada akhir tahun betul-betul tercapai. Saya minta proaktif jemput bola dengan mendatangi masyarakat dan saya minta ‘back up’ dari TNI/Polri, terutama untuk yang lansia betul-betul dilakukan,” terang dia.

Adapun, kasus Covid-19 di Indonesia sepekan terakhir cenderung menurun yakni, 892 kasus dari 9.018 kasus pada 14 November menjadi 8.126 kasus pada 21 November 2021 dan untuk penambahan kasus baru, rata-rata 362 kasus setiap harinya.

Meski demikian, dia tetap mengimbau pemerintah daerah untuk tetap mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

“Kedua, perlu saya ingatkan bahwa kegiatan ‘kick off’ untuk ‘Sherpa meeting’ di KTT G20 nanti akan dilakukan di Jakarta dan ‘kick off’ untuk ‘finance track’ di Bali di awal Desember 2022, sehingga dunia akan melihat Indonesia. Oleh sebab itu kemampuan dalam mengendalikan pandemi betul-betul diuji dan utamanya dalam menjalankan protokol kesehatan,” imbuh mantan Gubernur DKI Jakartaitu.

Presiden Jokowi turut meminta agar Satgas Covid-19 mendampingi secara melekat kedatangan para delegasi G20 di bandara, hotel dan lingkungan hotel atau resor sampai ke lokasi pertemuan.

“Rencana penerapan PPKM level 3 di seluruh Indonesia pada saat Natal dan Tahun Baru 2022 agar dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat dan sampaikan mengenai perkembangan kasus-kasus kenaikan di Eropa, ini penting sekali sebagai ‘background’ dari keputusan yang akan diambil,” tuturnya. (KP/NKRIPOST/Antara/jpnn/GenPi).