Waspada Penipuan! Calo Donor Darah Beredar di Tanjungpinang  

oleh -202 views
Ketua Yayasan Kopdar Kepri Indonesia, Suryani menunjukan foto pihak yang dirugikan.

TANJUNGPINANG – Ketua Yayasan Kopdar Kepri Indonesia (Koordinator Pendonor Darah Indonesia Provinsi Kepulauan Riau) Suryani menghimbau segenap lapisan masyarakat, khususnya keluarga pasien yang membutuhkan darah untuk waspada adanya tindakan dugaan penipuan dari pihak tidak bertanggung jawab (Calo) yang meminta imbalan uang dengan alasan atas jasa yang telah mereka berikan.

“Kita sering mendapatkan laporan dari keluarga pasien yang membutuhkan darah dengan mengatakan adanya seseorang tidak dikenal (OTK) meminta uang atas jasa mencarikan pendonor darah yang telah ia usahakannya. Namun setelah kami telusuri, ternyata pendonor darah tersebut tidak ada. Salah satu kejadian sekitar dua hari lalu (15/9) di Tanjungpinang,” kata Suryani yang akrab disapa Ani, Sabtu 17 September 2022.

Ani menyebut, berdasarkan informasi yang ia peroleh dari para keluarga pasien, rata-rata permintaan uang darah dari calo pencari pendonor darah tersebut berkisaran Rp150 ribu hingga Rp350 ribu.

“Kebanyakan korbannya masyarakat dari daerah pulau di Kepri, Lingga dan Anambas. Tapi kebanyakan korbannya tidak mau mempersoalkan lebih lanjut hingga dilaporkan ke aparat kepolisian. Keluarga pasien (korban) rata-rata mengaku tidak mau bertambah repot saja,”ungkap Ani.

Awang (sapaan akrab) sebagai pihak yang dirugikan, dimana fotonya dijadikan oknum tak bertanggung jawab sebagai pendonor dari dia, untuk menipu keluarga pasien melalui pesan WhatsApp.

Ani memastikan, antara Yayasan Kopdar Kepri Indonesia dengan Palang Merah Indonesia (PMI) khususnya di Kepri, telah terjalin kerja sama sejak lama dengan tujuan yang sama, yakni membantu masyarakat (pasien) yang membutuhkan darah.

“Berdasarkan informasi yang kita peroleh, bahwa rata-rata kebutuhan darah disetiap rumah sakit perharinya antar 3 kantong hingga 50 kantong,” ujar Ani.

Ani menegaskan, pihak PMI tidak pernah melakukan transaksi jual beli darah bagi keluarga pasien yang membutuhkan darah.



“Jadi tidak ada transaksi jual beli darah dilakukan pihak PMI. Semua lapisan masyarakat diperlakukan sama tanpa melihat latar belakang, pangkat atau jabatan orangnya. Jika masyarakat membutuhkan darah, silahkan kontak nomor telepon yang resmi, atau kontak saya selaku Ketua Yayasan Kopdar Kepri Indonesia, 081278354224 (Ani),” ujarnya.

Ani meminta kepada keluarga pasien untuk bekerja sama dengan relawan, melalui koordinasi jika ada yang meminta bayar. Apalagi yang mengatasnamakan Kopdar Kepri Indonesia. (KP).


Laporan : Deny Jebat