Kades Batubi Jaya Tak Menyangka Penyaluran BLT Mendapat Protes Warganya

oleh -1.369 views
Sumarno-Kepala-Desa-Batubi-Jaya-Kecamatan-Bunguran-Batubi

BATUBI (KP),- Kepala Desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Batubi, Sumarno menyebutkan masih ada banyak warganya kurang mengerti, terkait bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI, untuk yang terdapak Covid-19.

Kata Sumarno, masyarakat Batubi Jaya ada yang masih kurang jelas akan bantuan Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Natuna tersebut. Baik berupa sembako, PKH dan jenis bantuan-bantuan lainnya.

“Jadi disini kita coba untuk sampaikan, kenapa kita belum umumkan. Karena semua itu berubah-ubah. Kita kirim datanya selalu berubah, kerena ada yang dobel. Padahal baru minggu kemarin,” kata Sumarno, kepada koranperbatasan.com Selasa, 02 Juni 2020 di ruang dinasnya.

Menurut Sumarno, data penerima terus berubah, dimana yang  30 persen sudah diglobalkannya untuk satu tahun sebanyak 840 pintu. “Dari 60 persen waktu itu, masih Undang-Undang padat karya. Para penerimanya sebanyak 356 orang. Jadi ini tahap yang pertama, untuk gelombang kedua. Bantuan ini akan berjalan tiga tahap. Dengan jumlah nominal diterima semuanya sama, yakni sebesar Rp600 ribu per KK,” terangnya.

Somorno, tidak menyangka penyaluran bantuan kemanusian tersebut bakal menuai polemik. “Kendala dari awal tidak terpikir akan terjadi seperti ini. Kaerna tiga hari sebelum saya masukan semuanya seharusnya sudah clear. Jadi tanggapan masyarakat dengan hal seperti ini, ada sebagian menerima dan ada juga yang belum menerima,” ujarnya.

Kendala lain lanjut Sumarno, juga dikarenakan masih ada warga yang belum memiliki KK. “Jadi ini juga sudah kita sampaikan. Dan saya juga sudah berikan pemahaman tentang jenis-jenis dana bantuan. Mungkin insyaallah besok akan clear semuanya,” pungkas Sumarno.



Sebagai Kades Batubi Jaya, Sumarno berencana akan memperluas jaringan informasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Kebetulan hari ini ada juga dari Babinsa, dan Babinkamtibmas yang mengamankan jalannya kegiatan. Tentu saya berharap kalau ada hal seperti ini, kita akan memperluaskan lagi informasi. Agar masyarakat tahu dan bisa memahaminya,” cetus Sumarno.

Sebagaimana diketahui terlihat puluhan warga Desa Batubi Jaya, yang mengaku terdampak Covid-19, pada Selasa, 02 Juni 2020 pagi mendatangi Kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kedatangan warga itu, mempertanyakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial, dan dari Dana Desa (DD) yang dinilai lambat dalam penyalurannya. Penilaian warga tersebut mengacu pada empat desa lain di Kecamatan Batubi Jaya, yang saat ini telah menyelesaikan tahapan-tahapan proses BLT bagi warga terdampak Covid-19.

“Diempat desa lain yang ada di Kecamatan Bunguran Batubi sudah tersalurkan semua, bahkan mereka sudah masuk pada tahap ketiga. Desa kami saja yang belum”, ujar Ruslan, salah seorang warga Desa Batubi Jaya. (KP).


Laporan : Boy Iqbal / Hamzah


 


Memuat...