Kapal Tidak Jalan, Tampungannya Menumpuk Ketua Kelompok Tani Akhirnya Mengeluh  

oleh -493 views
Suarman, Ketua Kelompok Petani Sinar Jaya, Desa Air Putih Kecamatan Midai saat menceritakan kondisi hasil tampunganny

NATUNA (KP),- Ketua Kelompok Petani Sinar Jaya, Desa Air Putih Kecamatan Midai Kabupaten Natuna, Suarman, mengeluh, karena hasil tampungan kelapa yang diperolehnya dari para petani tak tersalurkan, sejak Pandemi Covid-19.

Ketua kelompok yang mengaku sudah berkecipung dibidangnya selama 7 tahun lebih itu, mengeluh karena tidak adanya transportasi laut jenis kapal barang yang beroperasi. Sementara hasil tampungan kelapanya sudah mulai menumpuk.

“Jadi saya menampung dari hasil petani kelapa. Saya ambil dari kebun kelapa para petani. Kelapa ini kemudian diantar ke Anambas, Kijang, Tanjungpinang dan Batam. Harga perbiji kelapa sebedsar Rp 2.800,” kata Suarman, kepada koranperbatasan.com, di Gudang Kelapa Desa Air Putih, Kamis 14 Mei 2020.

 

Sebagai penampung, Suarman berharap kepada pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi untuk dapat memberi kelonggaran transportasi khusunya kapal barang. “Saya berharap terutama kepada DPRD, Bupati Natuna dan pemerintah yang ada di provinsi agar pengadaan kapal laut tujuan Midai – Anambas – Kijang – Tanjungpinang dan Batam segera beroperasi,” imbuhnya.

Harapan itu, disampaikannya selain jumlah tampungan yang sudah menumpuk juga dikarenakan sebentar lagi akan memasuki lebaran. “Kalau bisa sebelum lebaran ini sudah beroperasi suapaya hasil ikan dan kelapa masyarakat yang sudah menumpuk dapat tersalurkan untuk  kebutuhan lebaran. Sebagai masyarakat pulau terluar kami berharap bantuan kapal laut dari pihak terkait,” pungkasnya. (KP).




Laporan : Amir Hamzah


 


Memuat...