Kecamatan Pulau Tiga Barat Ingin Daerahnya Teraliri Listrik 24 Jam

oleh -554 views
Junadi-Sekcam-Kecamatan-Pulau-Tiga-Barat

NATUNA (KP),- Pemerintah Kecamatan Pulau Tiga Barat berharap daerahnya dapat teraliri listrik 24 jam. Harapan tersebut, disampaikan oleh Junadi selaku Sekcam Kecamatan Pulau Tiga Barat, kepada koranperbatasan.com Selasa, 05 Mei 2020 dikediamannya.

“Kami dari kecamatan juga berharap kepada Pemerintah Daerah agar diperhatikan masalah lampu yang ada di Kecamatan Pulau Tiga Barat. Tujuannya agar kami bisa menikmati lampu hidup 24 jam, sama halnya dengan  kecamatan lain yang ada di Kabupaten Natuna,” imbuhnya.

Menurutnya, lampu sebagai alat penerangan merupakan penunjang kegiatan sangat penting demi kelancaran dan kemudahan dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di  Kecamatan Pulau Tiga Barat. Baik kegiatan masyarakat, pemerintah desa maupun kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan.

Lebih jauh disampaikannya, pada tahun 2020 ini terdapat beberapa program kerja  diantaranya pembuatan profil kecamatan, melakukan pendataan disetiap desa dan melakukan pembinaan serta pengawasan disetiap desa yang ada di Kecamatan Pulau Tiga Barat. “ Jadi ini sudah menjadi titik berat oleh peraturan pemerintah, baik berdasarkan Undang Undang, Permendagri maupun Perbup Bupati Natuna,” jelasnya.

Dalam pembinaan yang dimaksud kata Junaidi meliputi beberapa kegiatan, pertama  mengontrol dan mengawasi perkembangan setiap desa yang menyangkut administrasi dalam hal penanganan kegiatan ADD, DD, pajak dan retribusi bagi hasil. “Jadi dalam  setahun kami dari pihak kecamatan turun ke desa-desa mengecek berapa realisasi anggaran yang ditarik disetiap kas desa. Kemudian mengecek apa saja kegiatan yang telah  dilaksanakan, dan sejauh mana penyerapan anggarannya, hingga sampai ketingkat pertanggungjawaban,” tuturnya.

Selain itu, masih ada banyak kegiatan yang mereka lakukan dalam rangka mempercepat pembangunan dan memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat, seperti pembinaan PKK dan kegiatan Jum’at Bersih. Sayangnya proses berjalannya kegiatan terhambat oleh keterbatasan listrik.

“Yang menjadi hambatan kami adalah keberdaan listrik. Dimana dalam pengurusan administrasi, listrik ini merupakan penunjang kegiatan, sehingga menjadi sangat penting. Sementera kondisi listrik di kecamatan kami belum  hidup 24 jam. Siang hari listrik disini mati,” tutupnya. (KP).




Laporan : Riduan


 


Memuat...