Kelelawar dan Angin Kencang Jadi Penyebab PLN UPP Midai Padam Tiba-tiba

oleh -340 views
Apriwandi-Adha

MIDAI (KP),- Kepala PLN UPP Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Apriwandi Adha, menyebutkan angin yang bertiup kencang dan hewan nakal bernama kelelawar menjadi salah satu penyebab utama matinya penerangan listrik secara tiba-tiba.

Hal itu karena jaringan di Kecamatan Midai menggunakan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dengan total 17 kilometer sirkit (kms). “Jaringan di Midai ini totalnya kurang lebih 17 kms. Jadi kalau mati tiba-tiba itu, banyak juga masaalahnya. Dari SUTM ini banyak makhluk hidupnya seperti kelelawar, apa lagi musim buah, itu rawan. Tambah lagi musim angin,” kata Apriwandi menjawab koranperbatasan.com Senin 06 Juli 2020.

Pada musim angin kencang kata, Apriwandi, dahan pohon seperti pelepah kelapa juga bisa membuat listrik mendadak padam. “Cuma pemeliharaan kami rutin juga setiap minggu. Kalau sekarang untuk daya kita mampu kurang lebih 1 Mega 500 Kilowatt (kW),” ujarnya.

Jumlah itu, secara keseluruhan, menurut Apriwandi cukup untuk melayani ribuan pelanggan. “Untuk sekarang ini ada gangguan mesin yang daya 1 x 500 kW. Jadi kebutuhannya itu, terbilang kritis atau emergency lah. Karena kita di sini totalnya ada sekitar seribu lebih pelanggan,” jelasnya.

Sedangkan untuk beban yang disediakan bisa mencapai 540 kW pada hari-hari biasa. “Tapi kalau hari-hari besar seperti bulan ramadhan itu, bisa tembus 560 kW. Jadi itu suplai untuk satu Kecamatan Midai,” terangnya.

Apriwandi mengatakan saat ini PLN Midai memiliki empat buah mesin. Dua diantaranya mesin Pemda, Komatsu 140 dan 125. “Satu lagi Kamin, mesin investasi 1×500. Untuk pemakaian BBM kurang lebih 3 ton. Tergantung beban juga, biasanya kalau cuaca sedang kurang lebih 3 ton. Tapi kalau cuaca tidak terlalu ekstrim, paling 2,7 ton, karena pemakaian tidak terlalu banyak,” pungkasnya.

Apriwandi yang sebelumnya sempat bertugas di Pulau Tiga mengatakan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk penerangan listrik di Kecamatan Midai diperoleh langsung dari Pertamina lewat transportasi kapal laut.



“Saya di sini sejak tahun 2019 bulan Februari. Sebelumnya saya pernah bertugas di Pulau Tiga sebagai General Operator. Jadi harapan saya, lebih banyak mesin back-up lebih bagus untuk PLN,” tutupnya. (KP).


Laporan : Hamzah / Sandi


 


Memuat...