Lurah Ranai Kota Sebut Jumlah Pedagang Melampaui Nelayan dan Petani  

oleh -764 views
Syuparman-SE-Lurah-Ranai-Kota-Kecamatan-Bunguran-Timur-Kabupaten-Natuna

NATUNA (KP),- Meski berada di daerah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memiliki lautan seluas mata memandang, namun rata-rata masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, diketahui berprofesi sebagai pedagang, bukan nelayan.

Menurut Lurah Ranai Kota, Syuparman, SE, masyarakat yang statusnya sebagai nelayan dan petani setelah dilakukan pendataan secara door to door oleh pihaknya diketahui hanya sebagian kecil saja. “Sebagiannya ada nelayan, tapi rata-rata banyak pedagang, sedangkan petani hanya sedikit. Pendataan door to door dengan RT dan RW secara faktual data yang terkumpul sekarang berjumlah 7000 jiwa, ini setelah adanya pemekaran dengan Kelurahan Batu Hitam,” katanya kepada koranperbatasan.com, di ruang dinasnya, Jum’at, 08 Mei 2020.

Pada tahun 2020 ini kelurahan dengan 8 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 5 Pekerja Tidak Tetap (PTT) tersebut memiliki beberapa program kerja, diantaranya  pemantapan sarana prasarana pembangunan MDA dikawasan Bukit Laksamana, dan merealisasikan bantuan kegiatan dari pemerintah pusat. “Bantuannya berbentuk pemberdayaan dan fisik yaitu Program Kota Tanpa Kumuh, difasilitasi oleh Dinas Perkim lewat program strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. Jadi letaknya dikawasan RT 1 RW 6 Jemengan. Dalam waktu dekat tempat itu, akan kita lakukan penataan,” ujar Syuparman.

Selain itu, kelurahan yang menyediakan upah tetap melalui Kas Kecamatan bersumber dari APBD untuk para staff berstatus honorer tersebut juga memiliki kegiatan rutin bersama perangkatnya. “Kita ada namanya rapat koordinasi antar perangkat kelurahan. Rapat itu kita adakan setiap bulan mengundang seluruh Ketua RT dan RW membahas masalah yang terjadi dilapangan. Tetapi dimasa Covid-19 ini rapat itu kita tiadakan dulu,” tuturnya.

Karena telah diamanakan untuk pemimpin kelurahan yang berada di Ibu Kota Kabupaten Natuna sejak tanggal 07 Januari 2019 lalu, Syuparman berharap Kantor Kelurahan Ranai Kota yang baru segera di bangun. “Harapan saya terlaksananya pembangunan gedung baru untuk Kantor Kelurahan Ranai Kota. Sudah kami usulkan di Musrembang, mudah-mudahan terlaksana pada tahun 2021 mendatang. Kemudian saya juga berharap kepada masyarakat agar tetap tertib mengikuti protokol pencegahan penularan Covid-19,” imbuhnya. (KP).


Laporan : Sandi – Boy


 




Memuat...