Melalui Tiga Program Unggulan, DLH Ingin Natuna Jadi Kota Adipura

oleh -502 views
Boy-Wijanarko-Varianto-SE-Kadis-DLH-Natuna

NATUNA (KP),- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Boy Wijanarko Varianto, SE, mengatakan tiga program unggulan strategi penanganan sampah di Natuna sampai saat ini belum bisa direalisasikan.

Tiga program di mulai dari sekolah yang mereka beri nama Tacil Natalin (Tangan Kecil Menata Lingkungan), Milih (Milenial Peduli Sampah) dan Gemas Pilih (Gerakan Masyarakat Peduli Sampah) tersebut terbentur protokol Covid-19.

“Melibatkan anak sekolah sehingga belum bisa dijalankan saat ini, karena masih terjerat protokol kesehatan Covied-19. Sesuai dengan protokol kesehatan kita belum boleh mengumpul orang, termasuk anak sekolah,” kata Boy menjawab koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Senin 27 Juli 2020.

Menurutnya, saat ini anak-anak sekolah menjalankan aktifitas belajarnya di sekolah dalam beberapa ship. “Sekarang dalam seminggu mereka di bagi dari jam sekian sampai jam sekian. Jadi kita tunggu sampai masa pendemi clear, baru bisa dijalankan programnya,” sebut Boy.

Boy menjelaskan, tiga program unggulan tersebut dalam rangka membudayakan masyarakat senantiasa menjaga lingkungan dari tumpukan sampah plastik. “Jadi kita mengajak mereka, ayo jangan ada lagi sampah botol plastik mengganggu lingkungan. Mengganggu parit-parit atau selokan, sehingga berdampak pada musim hujan banjir mapet,” pungkasnya.

Boy menyebutkan, di samping menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga bisa mendapatkan uang dari sampah plastik tersebut, karena bernilai ekonomis. “Nah, salah satunya kami manganjurkan agar botol bisa dijadikan nilai ekonomis. Agar bisa di jual dan kami membantu memfasilitasi angkutan maupun penimbangannya. Setelah itu, dari pengelola Bank Sampah akan memberikan finansial berupa uang,” terangnya.



Kata Boy, saat ini jumlah sampah plastik paling banyak ditemukan di wilayah pulau bunguran. “Paling banyak di Kecamatan Bunguran Timur. Karena jumlah penduduk yang terpadat itu kan, di Kecamatan Bunguran Timur, sekitar 28 ribu. Nah, rata-rata perhari sampahnya bisa 14-15 ton. Dari 14-15 ton itu, ada sekitar 70 persennya dari limbah plastik,” ujarnya.

Melalui tiga program itu, Boy berharap Kabupaten Natuna bisa meraih Adipura. “Jangka panjangnya kita berupaya agar Natuna bisa dijadikan Kota Adipura, sama seperti daerah lain yang ada di Kepri,” tutupnya. (KP).


Laporan : Sandi / Yani



Memuat...