Mengenal Lebih Jauh Keanekaragaman Si Timun Laut Serta Potensinya di Indonesia

oleh -388 views
Anggi-Zurmailinia-Mahasiswa-Jurusan-Ilmu-Kelautan-Fakultas-Ilmu-Kelautan-dan-Perikanan-Universitas-Maritim-Raja-Ali-Haji

Timun laut atau bisa dikenal dengan Teripang merupakan salah satu biota laut yang tidak banyak dikenal masyarakat Indonesia. Teripang termasuk kedalam Filum Echinodermata dari Kelas Holothuroidea. Teripang memiliki tubuh yang lunak, panjang silindris, memiliki warna dan corak yang beragam, serta memiliki tentakel pada bagian mulut atau oral.

Teripang pada umumnya bergantung pada habitat yang kaya akan nutrient dan berasosiasi pada ekosistem terumbu karang, dan beberapa jenis teripang yang hidup di laguna, padang lamun, pasir hingga lumpur.

Teripang merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang mempunyai prospek cukup baik dan bernilai ekonomis tinggi, baik di pasaran domestik maupun international. Di dunia, teripang memiliki 1.700 jenis yang tersebar di seluruh wilayah perairan dunia,

Menurut Handayani et al. (2017) bahwa data mengenai status perikanan teripang di Indonesia secara umum masih belum jelas, sedang penangkapan dan pemanfaatan teripang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Keberadaannya masih terbatas dan dimanfaatkan oleh masyarakat kawasan pesisir dan pulau kecil saja walaupun potensinya memiliki nilai ekonomi tinggi.

Di Indonesia jumlah teripang mencapai 400 spesies dan 56 diantaranya sudah diperdagangkan terutama teripang yang bernilai tinggi adalah teripang putih atau pasir (Holothuria Scabra), teripang koro (Microthele Nobelis), teripang pandan (Theenota Ananas) serta teripang dongnga (Stichopu sp).

Si timun laut ini ternyata memiliki nilai ekologis yang tinggi dikarenakan teripang bisa menjaga keseimbangan ekosistem perairan dangkal, pengolah sedimen, berperan dalam siklus nutrisi dan rantai makanan serta meningkatkan keanekaragaman hayati. Selain itu juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi dalam perikanan karena rasa dan kandungan gizinya.

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dibidang Farmasi, yang berupaya mencari sumber alternatif teripang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan, contohnya beberapa negara seperti Cina, Hongkong, Korea Selatan, Singapura, dan Jepang menggunakan ekstrak jenis teripang tertentu sebagai bahan obat tradisonal karena kandungan senyawa yang terdapat pada teripang berpotensi sebagai agen antibiotik. Selain itu teripang juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik karena mengandung kolagen yang fungsinya dapat mempercepat regenerasi jaringan kulit.



Pada saat ini penangkapan teripang tidak saja pada jenis-jenis yang bernilai ekonomis, tetapi juga terhadap jenis-jenis yang murah yang pada awalnya tidak menjadi perhatian. Eksploitasi yang sering dilakukan secara intensif tanpa melihat jenis dan ukuran teripang menyebabkan populasi alaminya sangat menurun.

Selain itu pengeksploitasian terumbu karang menyebabkan penurunan kualitas sumber daya dan habitat serta polusi mengancam sebagian besar wilayah pesisir yang pada gilirannya dapat mempercepat penurunan ketersediaan teripang. Kepunahan jenis-jenis teripang bisa saja terjadi, hal ini mengakibatkan hilangnya suatu plasma nutfah yang ada di alam. Oleh karena itu perlu usaha pelestarian dan pembudidayaannya untuk mengurangi penangkapan yang berlebihan. (KP).


Penulis : Anggi Zurmailinia

Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji



Memuat...