Minta Data Tidak Diberikan, Demo Mahasiswa di Kantor Disnaker Kepri Ricuh

oleh -375 views
Aksi-Demo-Mahasiswa-di-Kantor-Disnaker-Provinsi-Kepri

TANJUNGPINANG (KP),- Puluhan Mahasiswa dari HIMKAB, lMK, Garuda Melaka, Forum Mahasiswa dan FMPK bentrok dengan aparat keamanan  di depan Kantor Disnaker Provinsi Kepri. Bentrok terjadi diawali dengan aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan. Hal tersebut, dipicu karena mahasiswa yang tidak terima dengan penjelasan Pihak Disnaker Kepri, terkait data yang diminta merangsek dan saling dorong dengan aparat.

Dari pantauan koranperbatasan.com kericuhan dimulai oleh salah seorang mahasiswa yang tidak diketahui identitasnya, mematahkan paralon air untuk cuci tangan yang berada di depan Kantor Disnaker Kepri, kemudian melemparkannya. “siapa yang lempar, tangkap, tangkap.” terdengar suara dari pihak aparat sambil mengejar.

Aparat pun mengejar mahasiswa yang melakukan pelemparan tersebut, hingga ke jalan di Panjaiatan, sehingga membuat kemacetan tak dapat dielakkan. “lepaskan kawan kami pak,” teriak mahasiswa kepada aparat yang berusaha menangkap pelempar.

Pihak Aparat pun menenangkan mahasiswa dan membawa kembali pendemo masuk kedalam lapangan disnaker dan mempersilakan mahasiswa untuk melanjutkan aksi. Sebelumnya para pendemo mendatangi Kantor Dinas Provinsi Kepri, mempertanyakan masuknya TKA asing di Kabupaten Bintan yang bekerja di PT BAI dan meminta data terkait tenaga kerja asing yang ada di Provinsi kepri. Mahasisawa mempertanyakan dimasa sulit Covid 19, dimana para pekerja di beberapa resort di PHK namun, tenaga kerja asing malah masuk bekerja.

Sementara itu, Plt. Kadisnaker Provinsi Kepri Abdul Bar, kepada media mengatakan, terkait permintaan data tenaga kerja oleh pendemo, dirinya memiliki pimpinan, jika ada permintaan haruslah dengan surat resmi yg diteruskan ke gubernur dan ada disposisi ke disnaker barulah diberikan, karena menurut Abdul bar rahasia perusahaan pemerintah juga harus menjaganya.

“Masalah data ketenaga kerjaan ini, saya punya pimpian di atas, kalau ini data resmi, dia bikin surat secara resmi ke kita, kita teruskan ke gubernur, nanti ada disposisi ke kita barulah kita berikan. Karena rahasia perusahaan pemerintah juga harus menjaganya, masalah data ini sangat riskan sekali, sebagai Plt. disnaker saya harus menjalankan sesuai ketentuan.” terang Abdul bar.

“Kalaulah saya nanti main serahkan saja, sementara itu salah melalui prosedur tata naskah di dinas saya, bisa dipersalahkan oleh pimpinan, pada pada prinsipnya masalah tenaga kerja asing, RPTKA kita bisa lihatkan, tapi untuk dimiliki ya itu.” Tutup Abdul Bar.



Ditemui koranperbatasan.com dari aliansi mahasiswa Kepri, Adit  mengatakan yang melakukan pelemparan bukan dari mahasiswa. “Sebelumnya kami mengalami tindakan represif, makanya mungkin ada masyarakat yang ikut bersama kita, tetapi kita tidak tahu. Intinya kita pastikan bahwasanya, yang melempar tadi bukan dari kita.” ungkap Adit.(KP).


Laporan : Ependi Abidin



Memuat...