Sosok Jokowi Dalam Kesaksian Mbah Soemarno

oleh -620 views

NATUNA (KP) – Hari itu, Kamis 09 April 2021 Sekretariat Utama Redaksi koranperbatasan.com di Jalan Hangtuah, Air Lakon Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri dikunjungi sosok lelaki yang mengaku telah berusia 75 tahun.

Kehadiran lelaki tua itu disambut ramah oleh awak media koranperbatasan.com, ia pun dibawa masuk menuju ruangan rapat redaksi. Setelah meneguk segelas air putuh, saat duduk di kursi kayu lelaki tua yang terlihat masih perkasa itu dengan sopan memperkenalkan diri. “ Saya Soemarno,” katanya tersenyum.

Kata Soemarno, ia datang dari daerah yang cukup jauh yakni Kota Solo Provinsi Jawa Tengah. Dalam ceritanya, Soemarno sempat menyebut nama Joko Widodo (Jokowi) Presiden Republik Indonesia saat ini.

Menurutnya Jokowi bisa disayangi oleh banyak masyarakat Indonesia tentunya memiliki alasan cukup kuat. Salah satunya karena Jokowi memiliki kepribadian yang betul-betul bersungguh-sungguh dan cinta terhadap rakyat.

“Saat masih jadi Wali Kota, Pak Jokowi setiap habis sholat subuh, beliau selalu pergi ke pasar melihat-lihat pedagang sambil bawa kantong kresek isinya beras. Ia lihat disekitaran pasar, terus jika ada orang yang membutuhkan ia kasih beras,” ungkap Soemarno memulai ceritanya akan sosok seorang tokoh yang dikaguminya.



Soemarno menjelaskan, tidak hanya itu, bentuk cintanya Jokowi terhadap masyarakat juga terlihat saat ada beberapa kejadian seperti oknum pejabat mengusir masyarakat.

“Jadi pernah suatu hari ada kejadian dimana seorang pejabat ingin mengusir masyarakat di kantornya, tapi Pak Jokowi malah membela masyarakat itu. Beliau bilang jangan sombong kepada masyarakat, kamu itu digaji sama masyarakat, saya pun digaji dari masyarakat,” tuturnya.

Dalam ceritanya, Soemarno memastikan Jokowi adalah sosok yang sangat sederhana apa yang dilakukannya memang tulus untuk rakyat bukanlah sekedar pencitraan. Bahkan kebiasaanya menikmati makanan di warung-warung biasa tidak membuat seorang Jokowi malu.

“Beliau itu paling suka makan di tempat-tampat biasa, kalau orang sana bilangnya Nasi Kucing. Memang begitulah beliau apa adanya, hidupnya sederhana sekali. Sama pekerjanya di rumah beliau sangat ramah, sehingga beliau disayangi oleh mereka,” terangnya.

Jadi lanjut Soemarno, sosok Jokowi dari penilainnya tidak pernah menganggap orang yang bekerja dengan dirinya sebagai karyawan atau bawahan karena telah dianggap sebagai keluarga.

“Terhadap karyawan-karyawan itu sama sekali tidak menganggap seperti karyawan, beliau mempekerjakan karyawannya sudah seperti keluargnya sendiri. Pernah ada yang berhenti kerja sampai nangis, saking sayang dan cintanya mereka akan sosok beliau,” tutup Soemarno.  (KP).


Laporan : Sandi Kurniawan