Kunker Wakil Menteri Pertanian Bahas Pengembangan Model Integrasi Budidaya Pisang dan Ternak Sapi

oleh -294 views
Kementerian Pertanian saat berada di lokasi ternak penggemukan sapi di Dusun IV Pekon Sumbermulyo Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus

TANGGAMUS – Kunjungan kerja (kunker) Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi beserta Staf Kementerian RI dalam Kegiatan Exspor Perdana Pisang Mas dan Pengembangan Model Integrasi Budidaya Pisang dan Ternak Sapi, Kamis, 30 September 2021.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Harvick Hasnul Qolbi (Wakil Menteri Pertanian RI), Liferdi Lukman (Direktur Buah dan Florikultura Kementan), Susiwijono Moegiarso (Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri), I Gusti Putu (Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pertanian), Bustanul Arifin (Tim Asistensi Kemenko Perekonomian), Yusmariza (Kepala Kantor Bea dan Cukai wilayah Sumatra Bagian Barat), dan Prinasto Setyanto (Dirjen Holtikultura).

Turut hadir juga Nuryani Zainfudin (Derjen Peternakan Dan Kesehatan Hewan), Bambang (Kepala Badan Karantina Pertanian), Iskandar Simorangkir (Deputi Bidang Perekonomian), Herna(Kasubdit Pemberdayaan Tanah Masyarakat Dirjen Penataan Agraria), Kasan (Dirjen Pengembangan Exspor Nasional), dan Abdul Rochim(Dirjen Industri Agro), serta Drs. Syahrul M.Si (Mewakili Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa,Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), Asep Arofah(Staf Ahli Bidang Hubungan antar Lembaga), juga Imam Soejadi(Deputi Bidang Pengendalian, Pelaksanaan dan Penanaman Modal).

Rombongan diketahui tiba di lokasi ternak penggemukan sapi sekitar pukul 11.30 Wib, dan melakukan penyerahan 10 ekor sapi dalam rangka pengembangan model integrasi budi daya ternak sapi di Dusun IV Pekon Sumbermulyo Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus.

Kunjungan tersebut  disambut oleh Ir. Husnardi, S.Ag ( Plt Asisten II Prov. Lampung), Hj. Dewi Handayani, S.E.M.M (Bupati Kabupaten Tanggamus), AKBP Satya Widhy Widharyadi (Kapolres Tanggamus), Letkol Arm. Micha Arruan, S.E.M.M (Dandim 0424/Tanggamus), Hamid Heriyansah Lubis (Sekda Kabupaten Tanggamus), Dailami (Plt. Bupati Bener Meriah Provinsi Aceh), Rodiapoh Hasiholan (Bupati Simalungun Provinsi Sumut).

Bupati Kabupaten Tanggamus, Hj. Dewi Handayani poto bersama rombongan kementerian di lokasi peternakan sapi

Juga Hidayatullah Sjahid (Bupati Kapahiang Provinsi Bengkulu), drh. Andi Susityo.M.M(Kadis Pertanian Ketahanan pangan Dan Perikanan Kab. Ponorogo Prov. Jatim), drh. Welly Sugiono (Corporate Affairs Direktur PT. GGP), Sigit Wicaksono (Ketua Koperasi Tani Hijau Makmur), dan Para OPD beserta Uspika Kabupaten Tanggamus.

Pada kesempatan itu, Bupati Kabupaten Tanggamus, Hj. Dewi Handayani, dalam sambutannya meyampaikan  bahwa Kabupaten Tanggamus memiliki luas lahan pertanian 217.330 Ha, diantaranya wilayah perkebunan seluas 82.195 Ha, yang didominasi oleh Komoditi Unggulan Perkebunan yaitu Kopi Robusta seluas 41.270 Ha, dengan produksi 34.129 ton/tahun dan komoditas lada seluas 7.859 Ha dengan produksi 3.483 ton/tahun.



“Kabupaten Tanggamus termasuk penghasil kopi dan lada terbesar di Provinsi Lampung, sektor peternakan juga merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Tanggamus, diantaranya adalah sapi potong 6.429 ekor, kambing 186.226 ekor dan domba 7.875 ekor,” jelasnya.

Katanya, Tanggamus juga telah membudidayakan kambing unggulan yaitu kambing saburai yang merupakan peranakan antara kambing boer dan kambing etawa. Kemudian Koperasi Tani Hijau Makmur yang merupakan 1 dari 82 koperasi aktif di Kabupaten Tanggamus, dengan jumlah anggota sebanyak 862 petani memproduksi jenis pisang mas, rajabulu, barangan dan cavendish yang bermitra dengan investor PT. Great Giant Pineapple total areal lahan produksi saat ini 432,49 Ha.

Mengingat majunya Koperasi Tani Hijau Makmur. Peternakan di Kabupaten Tanggamus oleh Kementerian Peternakan pada tahun 2021 diantaranya, Rehabilitasi Tanaman Kopi Robusta melalui Dirjen Perkebunan, Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RIPK) Lada melalui Balitbangtan, sarana-prasarana dan Alat Pasca Panen Perkebunan melalui Dirjen PSP, obat dan vaksin ternak serta bantuan ternak melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Pada tahun 2022 akan dilaksanakan Program I-CARE (Integrated Corporation of Agricultural Research, Development, and Empowerment) dalam bentuk integrasi kopi dan kambing yang dilaksanakan di Kecamatan Ulu Belu, Air Naningan dan Pulau Pangung.

Dengan potensi yang ada, serta upaya pembangunan pertanian khususnya pada sub sektor perkebunan dan peternakan di Kabupaten Tanggamus, Bupati mengharapkan kepada Menteri, Wakil Menteri, Deputi dan Dirjen serta Gubernur kiranya program dan kegiatan yang belum terlaksana dikarenakan pandemi Covid-19 untuk dapat segera terealisasikan serta kegiatan yang masih kurang agar kiranya dapat ditambah.

Sementara Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi menyampaikan di tengah situasi konflik pandemi Covid1 19 hampir 2 tahun melanda seluruh dunia termasuk Indonesia sendiri, pemerintah bersama seluruh elemen melakukan kegiatan-kegiatan untuk mengatasi persoalan ini.

“Namun demikian kita harus tetap bersyukur artinya beberapa tahun kebelakang adalah tahun-tahun penuh duka, tahun penuh kesedihan karena banyak kali kerabat kita guru-guru kita baik muslim maupun non-muslim pergi meninggalkan kita. Namun demikian untuk kita yang ditinggalkan apapun yang kita lakukan kita lakukan sebaik mungkin, mengisi hidup kita dengan kebaikan,” imbuhnya.

Katanya, dalam program pemerintah melakukan stimulasi kegiatan petani meningkatkan kinerja peraturan regulasi yang sederhana.

“Kami semua dari kementerian menginformasikan berkenan kalau misalnya suatu saat nanti bapak presiden bersedia diundang dan hadir disini, pemerintah daerah bagaimana kita memberikan edukasi, memberikan import saham supaya petani bisa berkembang dan bisa maju dari tahun ke tahun. Kementerian pertanian utamanya saya mempunyai program untuk petani dan peternak supaya kedepan lebih maju dan Berjaya,” ujarnya.

Pengembangan hortikultura berorientasi ekspor menurutnya, merupakan salah satu program prioritas yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, bertujuan meningkatkan produksi, kualitas, dan kontinuitas produk hortikultura melalui pengembangan kawasan sentra produksi komoditas unggulan daerah yang diarahkan untuk peningkatan ekspor dan substitusi impor melalui kerjasama kemitraan antara petani dan pelaku usaha.

“Saat ini program telah berjalan dengan baik dan kedepan semakin membaik lagi untuk petani kita,” pungkasnya. (KP).


Laporan : Arzal