Hari Pertama Festival Budaya Desa di Sepempang, Warga Puji Program Kemendikbud-Ristek RI

oleh -169 views
Peserta lomba Ngejek dalam festival budaya desa yang berlangsung di Desa Sepempang sedang bersiap-siap

NATUNA – Sepempang salah satu desa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Republik Indonesia (RI) untuk melaksanakan festival budaya desa melalui program pemajuan kebudayaan desa tahun 2021.

Hari pertama kegiatan festival budaya desa yang berlangsung Sabtu, 13 November 2021 tersebut mendapat banyak pujian. Tanggapan positif pun mencuat dari lisan masyarakat khususnya Desa Sepempang. Seperti diungkapkan H. Bujang Auzar, yang menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya, festival budaya desa yang sedang berlangsung merupakan momen sangat luar biasa. Dimana ada tiga desa di Kabupaten Natuna mendapatkan amanah langsung dari Kemendikbud-Ristek RI.

“Desa Sepempang, Limau Manis, dan Serantas,” ujarnya.

Sebagai tokoh masyarakat setempat, H. Bujang Auzar berharap kegiatan tetap berkelanjutan dan bisa menjadi motivasi untuk perkembangan budaya lokal di masa yang akan datang.

“Menghidupkan budaya orang tua terdahulu, misalnya ngejek, gendang panjang, semua itu adalah kesenian daerah. Kalau saya usia sudah meningkat, ini baik untuk yang masih muda-muda. Mudah-mudahan ini berlanjut,” tuturnya.

Suasana saat berlangsungnya lomba Ngejek pada Festival Budaya Desa yang diadakan oleh Desa Sepempang.

Senada dengan H. Bujang Auzar. Muhsin juga mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Selain bisa menampilkan budaya lokal, warga setempat juga merasa terhibur.



“Kita berharap kedepan semakin mantap dan banyak perlombaannya. Jika bisa satu Kabupaten Natuna ikut menjadi peserta,” harapnya.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Ishak. Katanya Ngejek salah satu budaya lokal yang dilombakan dalam kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan kesehariannya. Aktivitas itu disesuaikan dengan pasang surut air laut di siang hari.

Menurut Ishak salah satu budaya lokal itu sudah ada sejak zaman datok dan nenek terdahulu. Menggunakan alat ramah lingkungan berupa temiang (bambu-red) dan Ugui sejenis hewan yang hidup di pesisir pantai sebagai umpan untuk mendapatkan anak Gurita.

“Kami berharap kegiatan seperti ini jika bisa setiap hari,” pungkasnya.

Begitu pula dengan Astimar, ia juga menyambut baik atas kesempatan yang diberikan oleh Kemendikbud-Ristek RI untuk mengadakan festival budaya desa di tempat ia berdomisili.

Ia berharap kegiatan itu bisa berkelanjutan dan bahkan lebih banyak perlombaan dari yang terlaksana saat ini.

“Kami sudah tua, ingin lihat yang bagus lagi. Kami tua-tua ini cukup menonton, peserta yang muda banyak,” cetusnya.

Sebagaimana yang telah diketahui festival budaya desa untuk Desa Sepempang akan dilanjutkan sampai dengan tanggal 15 November 2021. (KP).


Laporan : Johan