Ngejig, Kebiasaan Masyarakat Natuna yang Membudaya

oleh -429 views
Mat Jelas, sedang Ngejig menangkap anak gurita menggunakan joran tradisi leluhur yang sedikit diperbaharui mengikuti perkembangan zaman.

NATUNA – Ngejig merupakan tradisi lokal asal Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Menurut Mat Jelas, warga Kelurahan Ranai Kota, tradisi lokal yang digunakan untuk menangkap anak gurita itu sudah ada sejak dulu.

Dulunya ngejig dilakukan menggunakan bambu atau temiang sebutan masyarakat setempat. Namun seiring perubahan zaman, dirinya berinisiatif menggunakan joran.

“Tetapi masih banyak yang menggunakan temiang,” katanya menjawab koranperbatasan.com saat melakukan aktivitas ngejig, Kamis, 22 Juli 2021.

Kata Mat Jelas, kegiatan ngejig pada umumnya hanya dilakukan pada siang hari. Biasanya masyarakat setempat melakukan ngejig pada musim angin Barat dan Selatan.

Kondisi terumbu karang dengan ketinggian air laut berukuran lebih kurang satu kaki adalah waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas Ngejik menangkap anak guruta di musim angin barat dan selatan. 

Lokasi ngejig biasanya dilakukan oleh warga setempat di atas terumbu karang dengan ketinggian air berukuran lebih kurang satu kaki (30 cm-red).

“Untuk umpannya, menggunakan ugui. Ugui itu sejenis hewan yang hidup di pesisir pantai,” jelasnya.



Untuk keseharian diakui Mat Jelas, dengan ngejig biasanya mendapatakan anak gurita lebih kurang dua kilo. Anak gurita yang didapatkan tersebut ada yang dijual dan dikonsumsi.

“Disini tidak begitu banyak anak gurita. Biasanya dapat banyak itu di lokasi Tanjung dan Sujung,” tutupnya. (KP).


Laporan : Johan