Dinas P3AP2KB Akan Gandeng Forum Anak Natuna Bantu Kesulitan Orang Tua Murid

oleh -344 views
Plt Kadis P3AP2KB Kabupaten Natuna, Sri Riawati, SP, M.Si saat menjawab pertanyaan wartawan koranperbatasan.com terkait masa depan anak di ruang kerjanya, Jum’at 23 Juli 2021.

NATUNA – Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak  Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sri Riawati, SP, M.Si menyebutkan, tidak tutup kemungkinan Forum Anak se-Kabupaten Natuna kedepannya akan diminta untuk membantu kesulitan yang dihadapi orang tua wali murid yang anaknya masih duduk di bangku SD selama diberlakukan Belajar Dari Rumah (BDR).

“Kedepan kalau memang anak-anak forum ini bisa, maka kita libatkan. Saya akan coba bincang-bincang dengan dinas terkait,” sebutnya menjawab koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Jum’at 23 Juli 2021.

Kata Sri, pengurus forum anak baik di kecamatan maupun desa se-Kabupaten Natuna dominan diambil dari pelajar tingkat SLTP dan SLTA. Dengan pemahaman yang mereka miliki dan juga sebagai mitra kerja pemerintah, diharapkan bisa memberikan inovasi bagi anak-anak.

“Bantu adik-adiknya yang masih dibangku SD. Ajak adik-adiknya buat kegiatan positif, misalnya memanfaatkan barang bekas lama-lama mereka akan terbiasa. Mungin anak-anak itu suka, dari pada main lari sana, lari sini,” katanya.

Menurut Sri, kesulitan yang dihadapi tidak hanya di Kabupaten Natuna, namun juga di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan juga dukungan dari orang tua agar anak-anak forum tetap bersemangat.

“Capek juga diam di rumah, bukan hanya anak kita tetapi seluruh Indonesia. Supaya punya inovasi, kreatif, maka kita memotivasi supaya mereka di rumah jangan hanya BDR dan tidak ada kegiatan lain. Kalau bisa setiap pagi olahraga sebelum BDR. Jadi ada aktivitas meski di rumah,” jelasnya.

Untuk sementara diakui Sri, belum ada pergerakan dari Forum Anak Natuna untuk membantu kesulitan yang dihadapi orang tua wali murid SD.



“Kalau untuk sementara belum ada. Tapi perlu kerjasama untuk kedepannya. Kita juga ada kerjasama yang lain, misalnya untuk kabupaten layak anak itu tidak lepas dari OPD lain. Kesehatannya, pendidikannya. Salah satu sekolah ramah anak, juga sampai ke kantin-kantinnya harus sehat. Tidak bisa kerja sendiri, banyak OPD terlibat, komunikasi dan koordinasi harus terjaga,” ujarnya.

Menurut Sri, konsep BDR itu tidak terlepas hubungan antara guru dan murid. BDR tetap mengikuti kurikulum seperti biasa, cuma sistematika pelaksaannya berbeda. Biasa tatap muka, sekarang ini tidak.

“Guru itu masuk seperti biasa, meski BDR mereka tetap di sekolah. Kan ada modulnya untuk anak kelas 1 SD dan lainnya,” terangnya.

Yang penting lanjut Sri, hubungan antara orang tua dan guru itu dijaga. Jika terdapat kesulitan, koordinasi dengan guru.

“Orang tua juga harus mengawasi anak-anaknya, sering-sering bertanya. Bukan berarti menambah beban orang tua, sekarang kesempatan orang tua juga ada peran dalam dunia pendidikan,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Sri berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu. “Kepada anak-anak jagalah kesehatan, tetap mengikuti prokes,” tutupnya. (KP).


Laporan : Johan